Saksi Ungkap Detik-Detik Speedboat Terbalik di Sungai Mamberamo: Mesin Mati, Dihantam Jeram, Tiga Penumpang Hilang

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak salah satu korban tiba Burmeso, Jumat (16/1).

banner 325x300

Kasonaweja, jurnalmamberamofoja.com – Saksi mata kecelakaan speedboat yang terbalik di Sungai Mamberamo Raya, Papua, membeberkan kronologi lengkap peristiwa tragis yang menewaskan tiga penumpang, Rabu (14/1/2026).

Saksi bernama Aser Kusa menyampaikan klarifikasi atas berbagai narasi keliru yang beredar di masyarakat, termasuk pertanyaan mengapa sebagian barang bisa selamat sementara korban tidak, serta mengapa hanya tiga penumpang yang tenggelam.

Menurut Aser, insiden bermula sekitar pukul 14.50 WIT saat speedboat bernama DanKusa yang ditumpangi enam orang termasuk motoris melintas di jalur jeram kawasan Batavia, Distrik Mamberamo Raya. Perahu tersebut juga membawa muatan berupa beras, obat-obatan, dan tas penumpang.

Penumpang speedboat terdiri dari Septer Kusa (motoris, selamat), Bertus Kusa (Kepala Kampung Sikari, korban), Viktor Kusa (korban), Spenyel Sayuri (tenaga kesehatan Puskesmas Batavia, korban), Yunus Kusa (selamat), dan Pontinus Kusa (selamat).

Saat memasuki jalur jeram yang dipenuhi balok kayu melintang, mesin speedboat tiba-tiba mati. Dalam kondisi itu, perahu kehilangan kendali dan terseret derasnya arus jeram.

Motoris sempat berusaha menghidupkan kembali mesin, namun tidak berhasil karena kuatnya tekanan arus. Speedboat kemudian tersangkut dalam posisi melintang, air masuk dengan cepat, hingga akhirnya perahu tenggelam dan terbalik.

Seluruh penumpang sempat muncul ke permukaan setelah perahu terbalik. Namun, Spenyel Sayuri dilaporkan tenggelam lebih dahulu bersama badan speedboat.

Septer Kusa dan Bertus Kusa bertahan menggunakan satu jerigen sebagai alat bantu apung. Yunus Kusa berusaha mencari jerigen lain, sementara Viktor dan Pontinus bertahan dengan satu jerigen berukuran 60 liter.

Baca juga: BP HPM-MR Soroti Disiplin ASN dan Kehadiran DPRK di Mamberamo Raya

Dalam situasi kritis tersebut, Bertus Kusa berusaha melepaskan jerigen yang dipegangnya bersama Septer untuk menolong Yunus yang kesulitan bertahan. Namun di tengah upaya itu, Bertus terseret pusaran arus deras dan tenggelam.

Viktor dan Pontinus juga sempat terseret arus putar hingga tenggelam dua kali. Pontinus berhasil kembali ke permukaan, namun Viktor tidak muncul lagi dan dinyatakan hilang di lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, sebuah speedboat lain melintas dan memberikan pertolongan. Penyelamatan dilakukan terhadap Septer Kusa, Yunus Kusa, dan terakhir Pontinus Kusa.

Terkait barang bawaan yang ditemukan selamat, Aser menjelaskan bahwa hanya barang yang bersifat terapung yang berhasil diselamatkan karena hanyut di permukaan air, seperti tas dan sebagian obat-obatan.

Sementara barang yang tidak mengapung tenggelam bersama badan speedboat.

Ia juga menjelaskan adanya luka di wajah korban maupun penumpang selamat disebabkan benturan keras saat perahu terbalik.

“Hampir semua penumpang mengalami benturan karena tekanan air. Sungai Mamberamo arusnya deras dan berbatu, bukan sungai berpasir atau danau tenang. Saat korban tenggelam, mereka terseret dan terbentur batu di dasar sungai,” ungkapnya.

Aser menegaskan bahwa keberangkatan speedboat tersebut merupakan bentuk bantuan kemanusiaan untuk mengantar obat-obatan ke Kampung Sikari yang mengalami kekosongan stok obat selama beberapa bulan terakhir.

“Kami tidak berniat mencelakakan siapa pun. Justru saat itu kami sedang membantu. Tapi Tuhan berkehendak lain,” ujarnya dengan suara berduka.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membangun narasi yang menyesatkan dan menyakitkan hati keluarga korban.

“Kami semua berduka. Mohon jangan memperkeruh keadaan dengan informasi yang tidak benar,” pungkasnya.

Laporan: Roy Hamadi | Rilis

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *