Foto: Andre | Tampak Ketua PIKI Papua Prof. Dr. Jhoni Jonatan Numberi,M.Eng., bersama Ketua Dewan Pembina Prof. Dr. Fredrik Sokoy, S.Sos., M.Si., Ketua DPD GAMKI Papua, Louis Mebri, S.Sos., beserta pengurus lainnya ketika Rakerda, Selasa (24/3) di Jayapura.

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Papua menegaskan komitmen kuat dalam melahirkan program kerja strategis yang selaras dengan agenda pembangunan pemerintah daerah hingga nasional.
Kegiatan yang digelar di Hotel Amazing Grace, kompleks Sinode GKI di Tanah Papua, Selasa (24/03/2026) itu menjadi momentum konsolidasi gagasan bagi para intelektual Kristen Papua untuk berperan aktif sebagai motor perubahan sosial.
Ketua DPD PIKI Papua, Jhoni Jonatan Numberi, menekankan pentingnya melahirkan ide-ide unggul yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Papua dan Indonesia.
Baca juga: KLB FGM GKI di Tanah Papua Fokus Bahas AD/ART dan Penguatan Organisasi
“PIKI harus menjadi ruang lahirnya gagasan pembaharu. Kader-kader harus tetap bersemangat dan memperluas jaringan hingga terbentuk cabang di delapan kabupaten dan satu kota di Papua,” tegasnya.
Rakerda diawali dengan ibadah dan renungan yang dipimpin Pdt. Nelson Kapitarao, yang mengangkat pesan keadilan dari Kitab Amos 5:15. Nilai tersebut menjadi fondasi moral bagi seluruh peserta untuk menjadikan organisasi sebagai wadah pelayanan yang mengedepankan keadilan dan kasih dalam kerja nyata.
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar DPD PIKI Papua, Fredrik Sokoy, mendorong lahirnya generasi muda Kristen yang unggul secara intelektual, kreatif, dan adaptif. Ia menekankan pentingnya inovasi berbasis kolaborasi dan efisiensi, namun tetap mampu menghasilkan program berkualitas dan tepat sasaran.
“Program tidak harus mahal, tetapi harus berdampak. Kolaborasi dan gotong royong menjadi kunci,” ujarnya.
Dukungan pemerintah juga mengalir dalam forum tersebut. Gubernur Papua melalui Sekda Christian Sohilait menilai kehadiran PIKI sebagai momentum strategis untuk menyatukan kekuatan sumber daya manusia, termasuk di wilayah otoOrganisas.
Baca juga: 22 Lulusan SAM GKI Harapan Abe Ditahbiskan, Siap Layani Jemaat
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi tantangan global yang kian dinamis, termasuk perubahan pola kerja yang semakin adaptif dan berbasis digital.
“PIKI harus mampu menjadi agen perubahan, melahirkan gagasan yang relevan dengan tantangan zaman dan berdampak luas,” ujarnya.
Dalam penegasannya, Ketua DPD PIKI Papua menyebut setiap program kerja harus disusun secara terukur mulai dari tujuan, sasaran, indikator, hingga evaluasi agar benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat.
Rakerda ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan intelektual muda Papua untuk tampil sebagai kekuatan pemikiran yang mampu mendorong kemajuan daerah sekaligus berkontribusi pada pembangunan nasional.
Laporan: Andre Fonataba

















