22 Lulusan SAM GKI Harapan Abe Ditahbiskan, Siap Layani Jemaat

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Sony | Tampak Pdt. Rainer Scheunemann, M. Div., didampingi Pdt. Herman Saut, M.Th., dan beberapa hamba Tuhan lainnya di sela pentahbisan 22 orang peserta Sekolah Alkitab Malam (SAM) Angkatan ke-15 Gereja Kristen Injili (GKI) Jemaat Harapan Abepura, Minggu (22/3).

banner 325x300

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Sebanyak 22 peserta Sekolah Alkitab Malam (SAM) Angkatan ke-15 Gereja Kristen Injili (GKI) Harapan Abepura resmi dikukuhkan dan ditahbiskan dalam ibadah Minggu yang berlangsung khidmat, Minggu (22/03/2026).

Prosesi sakral yang digelar di Gedung Gereja GKI Harapan Abepura ini dipimpin langsung oleh Pdt. Rainer Scheunemann, M.Div, yang juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) kelulusan kepada seluruh peserta. Dari total peserta yang ditahbiskan, beberapa di antaranya berasal dari Jemaat GKI Petrus, GKI Siloam Waena, kemudian Bethel Tanah hitam, GKI Marthen Luther Kampkey dan jemaat GKI Harapan Abe sendiri.

Ibadah yang dimulai pukul 09.00 WIT tersebut dihadiri jemaat, keluarga peserta, serta para pelayan gereja. Suasana penuh sukacita dan rasa syukur mewarnai momen penting ini.

Baca juga: Iman yang Tak Lekang Zaman: Jemaat GKI Harapan Abe Rayakan 69 Tahun Kasih dan Pelayanan

Pengukuhan dan penahbisan ini menjadi penanda kesiapan para lulusan untuk terlibat aktif dalam pelayanan gereja. Momentum ini sekaligus menjadi langkah awal dalam perjalanan iman mereka untuk melayani di tengah jemaat dan masyarakat.

Dalam khotbahnya, Pdt. Rainer Scheunemann menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh selama mengikuti pendidikan SAM harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Pengetahuan firman Tuhan tidak hanya untuk dipahami, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan itu sebagai bekal untuk bersaksi, melayani, dan menjadi terang serta garam di tengah masyarakat,” tegasnya.

Baca juga: Jejak Sejarah Gereja di Papua: GKI Harapan Abepura dan Perjalanannya Selama 82 Tahun

Ia juga mengingatkan para lulusan agar tetap rendah hati, setia dalam pelayanan, serta terus bertumbuh dalam iman. Menurutnya, tantangan pelayanan ke depan akan semakin kompleks sehingga membutuhkan komitmen dan ketergantungan penuh kepada Tuhan.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama serta ucapan selamat dari jemaat kepada para lulusan. Dukungan tersebut menjadi simbol kebersamaan gereja dalam mengutus para pelayan baru.

Dengan dikukuhkannya Angkatan ke-15 ini, para lulusan diharapkan mampu menjadi pelayan yang berintegritas dan membawa dampak positif, baik di lingkungan gereja maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Laporan: Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *