Foto: Irfan | Tampak Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H., ketika menyerahkan Obor Pattimura kepada peserta Lari Obor Pattimura di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis, 14 Mei 2026
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Semangat perjuangan Kapitan Pattimura kembali digaungkan di Tanah Papua melalui pelaksanaan Lari Obor Pattimura yang dilepas langsung oleh Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H., di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kamis (14/05/2026).
Kegiatan yang digelar Badan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) di Tanah Papua dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-209 Pattimura itu berlangsung penuh semangat dan nuansa persaudaraan.
Pelepasan peserta ditandai dengan penyerahan obor oleh Wabup Haris Yocku didampingi Ketua Umum Ikemal di Tanah Papua, Christian L. Sohilait, S.T., M.Si., bersama para sesepuh Ikemal.
Mewakili Bupati Jayapura, Haris Yocku menyampaikan bahwa lari obor bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi simbol semangat baru bagi generasi muda untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan, dan nilai persaudaraan di Tanah Papua.
“Kegiatan ini menjadi harapan baru, khususnya bagi generasi muda agar terus menjaga semangat kebersamaan dan persaudaraan,” ujar Haris Yocku saat melepas peserta lari obor.
Ia menjelaskan, para peserta mulai berlari pada malam hari dari Kabupaten Jayapura menuju Kota Jayapura dan dijadwalkan tiba tepat pada peringatan Hari Pattimura, 15 Mei 2026.
“Kegiatan puncaknya memang tanggal 15 Mei, tetapi malam ini peserta sudah mulai berlari dari Kabupaten Jayapura menuju Kota Jayapura,” katanya.
Baca juga: Sambut 1 Mei, Wabup Haris: “Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif”

Sementara itu, Ketua Umum Ikemal di Tanah Papua, Christian L. Sohilait, mengatakan rangkaian peringatan Hari Pattimura sebenarnya telah berlangsung beberapa hari sebelumnya di berbagai daerah di Tanah Papua. Namun, lari obor menjadi puncak simbolik yang menandai semangat perjuangan masyarakat Maluku.
Menurutnya, kegiatan serupa juga digelar di sejumlah daerah seperti Merauke, Manokwari, Wamena, Nabire, hingga Fakfak sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Kapitan Pattimura.
“Hari ini kegiatan yang sama juga berlangsung di Merauke dan Manokwari. Kami terus memantau seluruh rangkaian kegiatan di berbagai wilayah Tanah Papua,” ujarnya.
Christian Sohilait menegaskan, jika dahulu Kapitan Pattimura membawa parang dan salawaku sebagai simbol perjuangan melawan penjajah, maka kini obor menjadi lambang semangat generasi Maluku untuk terus berkarya dan menjaga persaudaraan di mana pun berada.
“Kalau dulu perjuangan menggunakan parang dan salawaku, hari ini generasi Maluku membawa obor sebagai simbol semangat yang terus menyala,” katanya.
Ia menyebutkan obor tersebut akan dibawa berlari sejauh 47 kilometer dan dijadwalkan finis di kawasan Kantor Gubernur Papua pada dini hari 15 Mei 2026. Selanjutnya, obor akan ditempatkan di Gedung Negara hingga pelaksanaan resepsi Hari Pattimura.
Dalam kesempatan itu, Christian Sohilait juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Papua yang selama ini menerima warga Maluku hidup berdampingan dalam suasana damai dan penuh kekeluargaan.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua yang menerima kami anak-anak Maluku hidup bersama di Tanah Papua,” ucapnya.
Untuk diketahui, Lari Obor Pattimura digelar sehari sebelum puncak peringatan Hari Pahlawan Nasional asal Maluku tersebut. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap kepemimpinan dan perjuangan Pattimura yang dimulai melalui musyawarah perjuangan pada 14 Mei 1817.
Laporan: M. Irfan

















