Lantik PPIR Se-Tanah Papua, Yanni Serukan Gerakan Pengabdian Tanpa Batas untuk Kemajuan Rakyat

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Yanni, SH., M.Sos., Ketua DPD Partai Gerindra Papua bersama Pengurus Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Se-Papua usai pelantikan. 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, Yanni, menyerukan lahirnya gerakan pengabdian yang lebih nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Papua melalui kehadiran Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR).

banner 325x300

Menurutnya, Papua membutuhkan lebih banyak figur yang bersedia turun langsung ke tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Seruan tersebut disampaikan Yanni saat menghadiri acara pengukuhan dan pelantikan pengurus PPIR tingkat provinsi serta kabupaten/kota di empat provinsi, yakni Papua, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya, Selasa (2/6/2026).

Dalam sambutannya, Yanni menegaskan bahwa pengukuhan PPIR bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum strategis untuk memperkuat semangat pengabdian di tengah tantangan pembangunan yang masih dihadapi masyarakat Papua.

“Papua membutuhkan lebih banyak orang yang mau bekerja, bergerak, dan hadir bersama rakyat. Para purnawirawan memiliki pengalaman, kedisiplinan, dan jiwa pengabdian yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan daerah,” ujar Yanni.

Sebagai politisi yang telah lebih dari dua dekade mengabdi di DPR Papua, Yanni mengaku memahami betul berbagai kebutuhan masyarakat di kampung-kampung maupun wilayah perkotaan.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya proyek fisik yang dibangun, tetapi sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

Ia mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun turun langsung ke lapangan, harapan masyarakat Papua sesungguhnya sangat sederhana, yakni memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang memadai, kesempatan kerja yang luas, serta kehidupan yang aman dan sejahtera.

“Papua memiliki kekayaan alam, budaya, dan sumber daya manusia yang luar biasa. Tantangan kita adalah memastikan seluruh potensi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Yanni menilai para purnawirawan memiliki peran strategis dalam menjembatani aspirasi masyarakat dengan program-program pembangunan pemerintah. Karena itu, ia berharap PPIR tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang mampu hadir dan bekerja langsung bersama rakyat.

Tampak Yanni, SH., M.Sos., ketika menyampaikan sambutan di sela pelantikan PPIR Se Papua
Tampak Yanni, SH., M.Sos., ketika menyampaikan sambutan di sela pelantikan PPIR Se Papua

Baca juga: MRP Papua Perjuangkan 400 Rumah bagi Pendeta, Yanni: Negara Harus Hadir untuk Pelayan Umat

Menurutnya, pengabdian seorang prajurit tidak berakhir ketika masa tugas selesai. Pengalaman panjang yang dimiliki para purnawirawan justru dapat menjadi modal besar untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan sosial dan pembangunan.

“PPIR adalah rumah besar bagi para patriot bangsa. Semangat pengabdian itu tidak boleh berhenti. Justru harus terus hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Yanni.

Pada kesempatan tersebut, Yanni juga mengingatkan seluruh pengurus PPIR yang baru dilantik agar membangun budaya organisasi yang aktif, responsif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Ia meminta seluruh jajaran pengurus memanfaatkan teknologi informasi untuk mempercepat koordinasi dan pelaksanaan program kerja.

“Jangan menunggu petunjuk terus-menerus. Organisasi harus bergerak, berinisiatif, dan menghadirkan program yang langsung dirasakan masyarakat. Manfaatkan teknologi, karena banyak hal dapat dikerjakan secara cepat dan efektif,” pesannya.

Lebih lanjut, Yanni menegaskan bahwa semangat pengabdian PPIR sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, , yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama pembangunan nasional.

Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap Papua harus didukung seluruh elemen bangsa agar pembangunan dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah-wilayah paling terpencil.

“Papua merupakan bagian penting dari visi pembangunan nasional. Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Yanni berharap pelantikan pengurus PPIR di empat provinsi tersebut menjadi titik awal lahirnya gerakan sosial dan pengabdian yang lebih kuat di Tanah Papua. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan seremonial, melainkan oleh kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat.

“PPIR harus menjadi kekuatan moral, kekuatan sosial, dan kekuatan pengabdian yang bekerja untuk rakyat. Papua membutuhkan lebih banyak orang yang bersedia turun ke lapangan, mendengar keluhan masyarakat, membantu mencari solusi, dan menjaga optimisme tentang masa depan Papua yang lebih maju,” katanya.

Di akhir sambutannya, Yanni menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara tidak mengenal kata pensiun. Seragam dan jabatan boleh berakhir, tetapi tanggung jawab moral untuk menjaga Indonesia dan membangun Papua harus tetap hidup sepanjang hayat.

“Pengabdian kepada rakyat tidak pernah pensiun.
Itulah semangat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *