Foto: istimewa | Tampak Pelatih Tim Nasional Spanyol, Luis de la Fuente.
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Tim Nasional Spanyol tinggal selangkah lagi mewujudkan mimpi meraih gelar juara Piala Dunia FIFA 2026. Setelah menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 di babak semifinal, La Roja kini bersiap menghadapi juara bertahan Argentina dalam laga grand final yang akan digelar besok.
Di balik keberhasilan Spanyol melangkah hingga partai puncak, sosok pelatih Luis de la Fuente mendapat pujian luas. Kepemimpinannya dinilai menjadi faktor utama kebangkitan La Roja dalam beberapa tahun terakhir.
Sejak dipercaya menangani tim nasional senior pada Desember 2022, De la Fuente sukses membawa Spanyol menjuarai UEFA Nations League 2023, menaklukkan Eropa lewat gelar UEFA EURO 2024, menjadi finalis UEFA Nations League 2025, dan kini mengantar La Roja ke final Piala Dunia FIFA 2026.
Keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Pengalaman panjang membina pemain-pemain muda Spanyol membuat De la Fuente memahami karakter para pemain yang kini menjadi tulang punggung tim nasional.
Mantan pemain sekaligus pelatih Manolo Jimenez menyebut De la Fuente sebagai pribadi yang rendah hati, pekerja keras, dan tak pernah berhenti belajar.
“Luis adalah sosok yang baik, rekan kerja yang hebat, serta pelatih yang selalu ingin membantu pemain berkembang. Ia pantas mendapatkan semua kesuksesan yang diraihnya saat ini,” ujarnya kepada FIFA.
Pujian serupa datang dari mantan Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Tito Blanco. Menurutnya, keputusan mengangkat De la Fuente sebagai pelatih tim nasional merupakan pilihan yang tepat karena ia telah memahami budaya sepak bola Spanyol dari level usia muda hingga senior.
Sementara itu, pelatih Timnas Spanyol U-21, Santi Denia, yang telah bekerja bersama De la Fuente selama 14 tahun, menilai kekuatan terbesar rekannya tersebut adalah kemampuan membangun hubungan dengan para pemain.
“Luis tahu bagaimana memperlakukan pemain, memahami karakter mereka, dan menentukan komposisi terbaik di setiap pertandingan. Itu sebabnya Spanyol mampu tampil konsisten,” kata Denia.
Legenda sepak bola Spanyol Fernando Hierro juga menilai suasana kekeluargaan yang dibangun De la Fuente menjadi salah satu modal terbesar La Roja sepanjang turnamen.
“Para pemain menikmati kebersamaan mereka. Atmosfer positif seperti ini sangat penting dalam turnamen panjang seperti Piala Dunia,” ujar Hierro.
Baca juga: Comeback Spektakuler! Argentina Tekuk Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Persiapan Hadapi Argentina
Menjelang laga final, De la Fuente memastikan seluruh skuad fokus mempersiapkan diri menghadapi kekuatan Argentina yang tampil impresif sepanjang turnamen.
Spanyol diperkirakan tetap mengandalkan filosofi penguasaan bola, pergerakan cepat antarlini, serta pressing tinggi yang menjadi ciri khas mereka sejak awal kompetisi. Latihan dalam beberapa hari terakhir difokuskan pada penyelesaian akhir, transisi bertahan-menyerang, dan mengantisipasi serangan balik cepat yang menjadi senjata utama Argentina.
De la Fuente juga meminta anak asuhnya menjaga disiplin, tidak kehilangan konsentrasi, serta bermain dengan kesabaran menghadapi tim yang memiliki pengalaman besar di partai final.
Di sisi lain, kepercayaan diri para pemain Spanyol sedang berada di level tertinggi setelah menyingkirkan sejumlah tim kuat sepanjang turnamen. Kombinasi pemain muda berbakat dan pemain senior diyakini menjadi modal penting untuk menghadapi duel sengit melawan Argentina.
Pertandingan final diprediksi berlangsung ketat. Argentina datang dengan status juara bertahan dan pengalaman bermain di laga besar, sementara Spanyol membawa ambisi mengembalikan kejayaan mereka di panggung sepak bola dunia.
Apabila mampu menaklukkan Argentina, Luis de la Fuente akan melengkapi perjalanan gemilangnya bersama La Roja dengan mempersembahkan trofi Piala Dunia pertama sebagai pelatih tim nasional senior.
Laporan: Redaksi

















