Foto: Irfan | Tampak bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., MH., ketika memberikan keterangan pers usai menghadiri penutupan konfrensi GKII kemarin.
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Persoalan sampah yang belum juga teratasi di Kabupaten Jayapura terus menjadi sorotan masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H. mengungkapkan dua faktor utama yang menyebabkan terganggunya pengangkutan sampah dalam beberapa pekan terakhir, yakni keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan aksi pemalangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Waibron, Distrik Sentani Barat.
Masalah sampah kembali mencuat setelah para pedagang Pasar Lama Sentani melakukan aksi protes dengan menghamburkan tumpukan sampah ke badan jalan pada Kamis (16/7/2026) malam. Mereka mengaku terganggu karena sampah yang menumpuk di sekitar lokasi berjualan menimbulkan bau tidak sedap.
Sebelumnya, tumpukan sampah juga sempat terlihat di sepanjang jalan protokol Sentani, mulai dari kawasan Hawai hingga Kantor Bupati Jayapura di Gunung Merah. Kondisi tersebut dipicu terhambatnya operasional armada pengangkut sampah akibat terbatasnya pasokan solar.
Menjawab keluhan masyarakat, Bupati Yunus Wonda menjelaskan bahwa keterbatasan distribusi solar menjadi hambatan serius bagi armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Selama dua minggu terakhir kami menghadapi persoalan besar terkait pasokan solar. Ketika distribusi solar terganggu, antrean kendaraan di SPBU menjadi sangat panjang sehingga armada pengangkut sampah tidak bisa beroperasi secara maksimal,” kata Yunus Wonda kepada wartawan, Jumat (17/7).
Menurutnya, pembatasan pengisian BBM membuat setiap armada tidak dapat mengisi bahan bakar secara penuh. Akibatnya, jadwal pengangkutan sampah yang biasanya dilakukan sejak dini hari menjadi ikut terganggu.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayapura telah berkoordinasi dengan pihak SPBU agar armada pengangkut sampah memperoleh kesempatan mengisi solar pada sore hari. Dengan demikian, kendaraan dapat langsung beroperasi sejak pukul 05.00 WIT tanpa harus mengantre di pagi hari.
“Kami sudah bertemu dengan pemilik SPBU dan meminta agar armada sampah diberikan ruang untuk mengisi solar pada sore hari. Harapannya, mulai pagi buta petugas sudah bisa langsung mengangkut sampah sehingga pelayanan kembali normal,” ujarnya.
Selain persoalan BBM, Yunus Wonda mengungkapkan bahwa aktivitas pengangkutan sampah juga sempat terhenti akibat pemalangan akses menuju TPA Waibron. Kondisi tersebut menyebabkan armada yang telah mengangkut sampah tidak dapat membuang muatannya ke lokasi pembuangan akhir.
“Kami sebenarnya sudah mulai mengangkut sampah, tetapi ketika tiba di TPA ternyata lokasi kembali dipalang. Ini tentu menjadi hambatan lain yang harus segera diselesaikan,” katanya.

Meski menghadapi berbagai kendala, Pemerintah Kabupaten Jayapura, lanjut Yunus, terus berupaya mencari solusi agar pelayanan kebersihan kembali berjalan normal.
Ia juga mengajak masyarakat ikut berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah secara tertib. Warga diminta memasukkan sampah ke dalam kantong plastik yang diikat rapat sebelum ditempatkan di tempat pembuangan sementara agar memudahkan proses pengangkutan.
“Kami berharap masyarakat dapat membantu pemerintah dengan membuang sampah secara benar. Sampah sebaiknya diikat dalam kantong plastik agar seluruhnya bisa terangkut dan tidak berserakan,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Yunus Wonda turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pelayanan pengangkutan sampah selama beberapa waktu terakhir.
Ia menegaskan pemerintah tidak tinggal diam dan akan terus berupaya memastikan persoalan pasokan BBM maupun hambatan di TPA dapat segera diatasi.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Jayapura juga mempertimbangkan penggunaan bahan bakar alternatif seperti Dexlite apabila pasokan solar kembali mengalami gangguan, meski biaya operasionalnya lebih tinggi.
“Kami tentu tidak ingin kota ini kotor. Kalau memang solar sulit diperoleh, maka kami akan mencari alternatif agar armada tetap bisa beroperasi. Yang terpenting pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti,” tegasnya.
Bupati Yunus Wonda pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang sehat, aman, serta nyaman bagi seluruh warga Kabupaten Jayapura.
Laporan: M. Irfan

















