Jatuh Saat Memancing di Jembatan Merah Youtefa, Pemuda Asal Kali Acai Ditemukan Meninggal Dunia

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Tim SAR dan Polisi menggunakan perahu boat sedang mengevakuasi korban F (22) di pantai Cibery, sekitar jembatan Merah teluk Youtefa, Selasa (14/7) pagi. 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Duka menyelimuti kawasan Jembatan Merah Youtefa, Holtekamp, Kota Jayapura, setelah seorang pemuda yang sedang memancing dilaporkan terjatuh ke laut pada Selasa (14/7/2026) dini hari. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan pencarian selama hampir empat jam.

banner 325x300

Korban diketahui bernama Firman (22), warga Jalan Nuri, Kali Acai, Kota Jayapura. Operasi pencarian melibatkan personel Polresta Jayapura Kota, Sat Polairud, Polsek Abepura, Polsek Jayapura Selatan, serta Tim SAR dari Basarnas.

Peristiwa bermula sekitar pukul 01.35 WIT saat seorang saksi mendatangi Pos Polairud Jembatan Merah Youtefa untuk melaporkan bahwa rekannya terjatuh ke laut ketika sedang memancing bersama beberapa teman.

Menurut keterangan saksi, mereka awalnya sedang memancing di atas jembatan. Tak lama kemudian terdengar suara benda jatuh ke laut. Setelah diperiksa, mereka menyadari Firman telah terjatuh dari atas jembatan.

Salah seorang saksi sempat melihat cahaya lampu senter kepala yang dikenakan korban masih terlihat di permukaan air sebelum akhirnya menghilang. Menyadari situasi darurat, mereka segera meminta bantuan kepada petugas.

Merespons laporan tersebut, personel Sat Polairud Polresta Jayapura Kota langsung bergerak menuju lokasi menggunakan longboat dan berkoordinasi dengan Pos Polair Hamadi untuk memperkuat personel di lapangan.

Namun, proses pencarian pada tahap awal terkendala kondisi malam yang gelap serta arus laut yang cukup deras, sehingga penyelaman belum dapat dilakukan.

Tampak korban hendak di evakuasi dari pantai Cibery
Tampak korban hendak di evakuasi dari pantai Cibery

Baca juga: Kapolres Jayapura Resmi Lepas Tim Voli ke Kapolda Cup 2026, Optimistis Raih Prestasi

Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi menggunakan dua unit perahu, dibantu personel Polsek Abepura, Polsek Jayapura Selatan, Piket Fungsi Polresta Jayapura Kota, Sat Polairud, dan Basarnas.

Setelah melakukan pencarian selama hampir empat jam, sekitar pukul 05.40 WIT, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua untuk penanganan lebih lanjut. Pihak keluarga kemudian diarahkan mengurus administrasi, termasuk pembuatan laporan polisi, surat permintaan visum, serta penandatanganan surat penolakan autopsi sesuai permintaan keluarga.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR melalui Kapolsek Abepura Kompol Paulus Hilapok, S.Kom., menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian.

“Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam proses pencarian korban. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan Polri dalam memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat,” ujar Kompol Paulus Hilapok.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan perairan maupun di atas jembatan, khususnya pada malam hari.

Polresta Jayapura Kota mengingatkan warga untuk lebih waspada saat memancing di lokasi yang memiliki tingkat risiko tinggi serta segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila terjadi keadaan darurat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Laporan: Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *