Foto: istimewa | Tampak luapan semangat Tim Nasional Tanjung Verde usai laga melawan Arab Saudi dengan skor akhir (0-0) dalam lanjutan grup H, di Houston Stadium, dan memastikan tim baru ini lolos ke fase grup jadi runner-up mendampingi Spanyol sebagai juara grup.
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Drama tersaji pada lanjutan fase grup Piala Dunia FIFA 2026. Belgia, Prancis, dan Spanyol memastikan diri lolos ke babak gugur sebagai juara grup, sementara Senegal dan Tanjung Verde ikut melaju setelah meraih hasil yang dibutuhkan. Di sisi lain, dua kali juara dunia Uruguay harus angkat koper lebih awal bersama Arab Saudi dan Selandia Baru.
Sorotan utama tertuju pada kemenangan telak Prancis atas Norwegia. Laga yang sebelumnya diprediksi menjadi duel dua megabintang, Erling Haaland dan Kylian Mbappe, justru berubah menjadi panggung Ousmane Dembele.
Penyerang lincah Les Bleus itu tampil luar biasa dengan mencetak hat-trick hanya dalam waktu 32 menit, sekaligus membawa Prancis menang meyakinkan 4-1 atas Norwegia.
Catatan tersebut menjadi hat-trick tercepat kedua sejak kick-off dalam sejarah Piala Dunia, hanya kalah dari rekor Erich Probst bersama Austria pada edisi 1954.
Meski Mbappe tampil sejak menit awal dan Haaland hanya memulai laga dari bangku cadangan, seluruh perhatian akhirnya tertuju kepada Dembele yang menjadi motor serangan Prancis. Desire Doue kemudian melengkapi pesta gol Les Bleus yang memastikan mereka finis sebagai juara Grup I.
Sementara itu, Senegal sukses menjaga asa setelah membantai Irak 5-0. Tim berjuluk Lions of Teranga tampil dominan sejak awal pertandingan dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Dua gol spektakuler Pape Gueye menjadi kunci kemenangan besar yang membawa Senegal lolos ke fase gugur sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Di Grup H, Spanyol juga memastikan status juara grup usai menundukkan Uruguay 1-0. Gol tunggal Alex Baena menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut, sementara aksi-aksi Lamine Yamal kembali mencuri perhatian sepanjang laga.
Kekalahan itu sekaligus mengakhiri perjalanan Uruguay di Piala Dunia 2026. Tim berjuluk La Celeste gagal memenuhi target meraih hasil positif dan harus menerima kenyataan tersingkir lebih awal dari turnamen.
Baca juga: Mbappe Rayakan Laga ke-100 dengan Dwigol, Prancis Melenggang ke Fase Gugur
Sementara itu, Tanjung Verde menciptakan salah satu kejutan terbesar turnamen. Bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi sudah cukup membawa negara kepulauan tersebut lolos ke babak gugur. Debutan Piala Dunia itu bahkan menorehkan sejarah dengan melewati fase grup tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena Tanjung Verde menjadi negara dengan jumlah penduduk paling sedikit yang pernah lolos ke fase gugur Piala Dunia. Negara di lepas pantai Afrika Barat itu hanya memiliki sekitar 530 ribu penduduk.
Di Grup G, Belgia mengunci posisi juara grup setelah menghajar Selandia Baru 5-1. Kevin De Bruyne dan Leandro Trossard menjadi inspirasi kemenangan Red Devils sebelum Romelu Lukaku dan Alexis Saelemaekers, yang masuk sebagai pemain pengganti, memastikan pesta gol Belgia.
Lukaku bahkan hanya membutuhkan waktu 56 detik sejak masuk ke lapangan untuk mencatatkan namanya di papan skor.
Sementara itu, Mesir dan Iran harus puas bermain imbang tanpa gol. Iran sebenarnya tampil sangat dominan, bahkan sempat mencetak gol yang dianulir akibat offside serta dua kali membentur mistar gawang. Namun, kokohnya penampilan kiper Mesir Mostafa Shoubir membuat Team Melli gagal meraih kemenangan.
Hasil tersebut membuat Iran masih harus menunggu hasil pertandingan lain untuk menjaga peluang lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, sedangkan Mesir memastikan tiket ke Babak 32 Besar dan akan menghadapi Australia.
Selain hat-trick kilat Dembele dan sejarah Tanjung Verde, Spanyol juga mencatat rekor impresif sebagai tim kedua di Piala Dunia 2026 yang mampu menyelesaikan fase grup tanpa kebobolan satu gol pun.


Fase grup pun semakin menghadirkan persaingan sengit menjelang babak gugur, dengan sejumlah tim unggulan terus menunjukkan dominasinya, sementara kejutan dari negara-negara nonfavorit menjadi warna tersendiri dalam perburuan trofi Piala Dunia FIFA 2026.
Laporan: Redaksi

















