Foto: istimewa | Tampak Kapolres Jayapura AKBP Dionisius Helan, SIK., MH., didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura dr. Anton T. Mote, M.Kes., ketika memberikan keterangan pers, Selasa (4/8) malam, di RSUD Yowari.
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Polres Jayapura bergerak cepat menyelidiki dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah warga setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Sejumlah sampel makanan telah diamankan dan puluhan saksi dimintai keterangan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Penyelidikan dipimpin langsung Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., bersama Kasat Reskrim AKP Markus Axel Panggabean, S.Tr.K., S.I.K., Kanit Pidum IPTU Frisco R. Domo, personel Identifikasi, dan anggota piket Satreskrim. Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Dapur Makanan Bergizi Gratis atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel di Jalan Waiya, Distrik Depapre, Selasa (4/8/2026).
Kasat Reskrim AKP Markus Axel Panggabean mengatakan penyelidikan dilakukan segera setelah polisi menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan keracunan tersebut.
“Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Papua guna memeriksa sampel makanan yang diduga berkaitan dengan peristiwa ini,” ujarnya.
Dalam proses olah TKP, penyidik memeriksa dua lokasi, yakni dapur MBG dan rumah koordinator program MBG. Pemeriksaan difokuskan pada proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.
Polisi turut mengamankan enam sampel makanan sebagai barang bukti, di antaranya sayur, tempe kecap, sisa makanan dalam keranjang, buah semangka, minyak bekas penggorengan, serta tiga porsi makanan MBG yang belum sempat didistribusikan. Seluruh sampel telah diserahkan ke Laboratorium Forensik Polda Papua untuk dilakukan uji laboratorium.

Baca juga: Korban Dugaan MBG Terus Bertambah, Kapolres Jayapura Turun Langsung ke Puskesmas dan RS
Selain mengumpulkan barang bukti, penyidik juga telah memeriksa sedikitnya 30 orang yang mengetahui maupun terlibat dalam pelaksanaan Program MBG. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kronologi kejadian, prosedur pengolahan makanan, hingga mekanisme pendistribusiannya.
Menurut Kasat Reskrim, hingga saat ini penyebab pasti dugaan gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Papua. Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru menarik kesimpulan ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan. Seluruh barang bukti sedang diperiksa secara ilmiah di laboratorium. Kami akan menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan agar penyebab pasti insiden dapat diketahui,” tegasnya.
Ia menambahkan, proses pemeriksaan terhadap para saksi masih terus berlangsung guna melengkapi alat bukti. Polres Jayapura memastikan setiap perkembangan penyelidikan akan disampaikan kepada masyarakat berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Laporan: M. Irfan

















