Foto: istimewa | Tampak oknum anggota polisi yang merusak handphone milik wartawan JUBI, ketika melakukan peliputan pembubaran aksi Demo KNPB di Sentani, Senin (3/8), dipukul pakai rotan sehingga HP alami retak.
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Wartawan Jubi Papua, Silvester Kasipka, mengaku mengalami dugaan intimidasi saat meliput pembubaran aksi demonstrasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Jalan Ifar Gunung, Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (3/8/2026).
Dalam insiden tersebut, telepon seluler yang digunakan Silvester untuk mendokumentasikan jalannya pembubaran aksi dilaporkan mengalami kerusakan setelah diduga dipukul oleh seorang anggota kepolisian yang mengenakan seragam lengkap.
Menurut Silvester, peristiwa itu terjadi ketika dirinya mengambil gambar proses penangkapan salah seorang peserta aksi yang kemudian dibawa menggunakan kendaraan Dalmas milik kepolisian.
Ia menjelaskan bahwa saat menjalankan tugas jurnalistik, dirinya telah mengenakan kartu identitas (ID Card) sebagai wartawan Jubi Papua. Namun, ketika merekam proses penangkapan tersebut, seorang anggota polisi mendatanginya dan diduga memukul telepon genggam yang sedang digunakan.
Akibatnya, layar handphone miliknya mengalami keretakan pada bagian tepi.
“Saya sedang menjalankan tugas sebagai reporter untuk mengambil dokumentasi di lapangan. Namun salah seorang anggota polisi memukul handphone yang saya gunakan untuk mengambil gambar hingga layarnya retak,” ungkap Silvester.
Baca juga: Antisipasi Aksi KNPB, Pemkot Jayapura Terapkan Belajar dari Rumah di Abepura dan Heram
Silvester menilai tindakan tersebut merupakan bentuk dugaan intimidasi terhadap kerja jurnalistik. Menurutnya, wartawan dan aparat kepolisian sama-sama menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing sehingga seharusnya saling menghormati.
Ia berharap Polsek Sentani Kota maupun Polres Jayapura dapat melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap anggotanya agar kejadian serupa tidak kembali dialami jurnalis saat menjalankan tugas peliputan.
“Saya berharap polisi menghormati profesi wartawan sebagai mitra di lapangan. Kami bekerja menjalankan tugas jurnalistik, sementara polisi menjalankan tugas pengamanan. Karena itu harus ada sikap saling menghormati,” ujarnya.
Baca juga: Kapolres Jayapura Pastikan Situasi Kondusif, Aksi KNPB Tak Diijinkan
Silvester juga berharap peristiwa tersebut menjadi perhatian pihak kepolisian agar tidak terulang terhadap jurnalis lain yang sedang melaksanakan tugas peliputan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Jubi Papua bersama sejumlah wartawan masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari Polres Jayapura terkait dugaan insiden tersebut, termasuk mengenai identitas anggota polisi yang diduga melakukan tindakan tersebut.
Laporan: M. Irfan

















