Foto: Sony | Tampak jalanan di seputaran lingkaran Abepura, terlihat sepi hanya sejumlah aparat yang berjaga-jaga lantaran Sekolah diliburkan pada hari ini, Senin (3/8) dampak dari aksi KNPB yang hendak melakukan Demo Damai.
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kota Jayapura memutuskan meniadakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di seluruh sekolah yang berada di Distrik Abepura dan Distrik Heram pada Senin (3/8/2026). Sebagai gantinya, proses pembelajaran dilaksanakan dari rumah.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif menyusul adanya rencana aksi demonstrasi yang akan digelar Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di sejumlah titik di wilayah Abepura dan Heram.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil koordinasi bersama Polresta Jayapura Kota dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.
“Kami telah berkoordinasi dengan Bapak Kapolres dan menerima berbagai informasi serta arahan. Atas dasar itu, proses belajar mengajar di Distrik Abepura dan Distrik Heram untuk hari ini dilaksanakan dari rumah,” ujar Rocky Bebena, Minggu (2/8/2026).
Ia menegaskan, meski pembelajaran tatap muka ditiadakan sementara, kegiatan belajar tetap berlangsung melalui sistem pembelajaran dari rumah agar hak siswa untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi.
Baca juga: Semangat “Rise and Shine”, SMAN 1 (414) Abepura Rayakan HUT ke-61 Penuh Kebersamaan
Sementara itu, sekolah-sekolah di Distrik Jayapura Selatan, Distrik Jayapura Utara, dan Distrik Muara Tami tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar secara normal sesuai jadwal.
Pemerintah Kota Jayapura bersama aparat keamanan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta melakukan evaluasi sesuai kondisi yang berkembang.
Pemkot Jayapura juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tetap menjaga situasi keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi seluruh warga sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berjalan dengan baik di tengah situasi yang memerlukan kewaspadaan.
Laporan: Sony Rumainum















