Kontak Tembak di Yahukimo, Tiga Anggota KKB Tewas, Satu Diduga Pelaku Pembunuhan Tujuh Pendulang Emas

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Kombes Pol. Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, ketika memberikan keterangan pers. 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Tiga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dilaporkan tewas dalam kontak tembak dengan tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz, Polres Yahukimo, dan Brimob Batalyon B Pelopor Polda Papua di Jalan Poros Logpon KM 4, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (17/7).

banner 325x300

Operasi tersebut dilakukan setelah aparat menerima informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata yang diduga menjadikan sebuah rumah di kawasan tersebut sebagai tempat persinggahan sekaligus lokasi aktivitas mereka.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan analisis, tim gabungan kemudian bergerak untuk mencegah potensi aksi kekerasan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Dalam kontak tembak itu, tiga anggota KKB dinyatakan meninggal dunia. Hasil identifikasi menyebutkan ketiganya adalah Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage, yang merupakan anggota KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue di bawah pimpinan Dejang Heluka.

Dari hasil pendalaman aparat, salah satu anggota KKB yang tewas diduga terlibat dalam pembunuhan tujuh pendulang emas di Kampung Awe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada 19 Mei 2026. Peristiwa tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik karena menewaskan tujuh penambang emas yang sedang bekerja di lokasi tersebut.

Kombes Pol. Yusuf Sutejo, Kasatgas Damai Cartenz
Kombes Pol. Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Damai Cartenz

Baca juga: Lima Hari Tertahan di Medan Konflik, Dua Jasad Anggota TPNPB Akhirnya Dimakamkan di Dekai

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan operasi dilakukan setelah tim gabungan memastikan informasi terkait keberadaan kelompok bersenjata di kawasan Logpon.

“Berdasarkan hasil pendalaman, kelompok tersebut diduga menggunakan sebuah rumah persinggahan di kawasan Logpon KM 4, Distrik Dekai, sebagai lokasi aktivitas. Setelah seluruh informasi diverifikasi dan dianalisis, tim gabungan melaksanakan operasi untuk mencegah terjadinya aksi kekerasan bersenjata yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat,” ujar Yusuf Sutejo dalam keterangan resminya.

Ia menegaskan, aparat keamanan akan terus melakukan penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang melakukan aksi kekerasan, sekaligus memperkuat patroli dan pengamanan di sejumlah wilayah rawan guna menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Laporan: Sony Rumainum | Rilis

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *