Foto: istimewa | Tampak Kombes Pol. Yusuf Sutejo, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz.
Yahukimo, jurnalmamberamofoja.com – Duka menyelimuti jajaran Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz setelah salah seorang personelnya, Brigadir Polisi (Brigpol) Fredi Lukas Awes, gugur akibat penyerangan yang diduga dilakukan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin malam (20/7).
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Kompleks Masyarakat Monua, Jalan Paradiso, Distrik Dekai. Korban dilaporkan mengalami luka serius akibat serangan menggunakan senjata tajam dan dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa (21/7/2026).
“Benar, ada satu anggota kami yang gugur dalam peristiwa tersebut,” ujar Yusuf Sutejo.
Ia menjelaskan, penyerangan terjadi pada malam hari ketika korban berada di wilayah Dekai. Pelaku diduga menyerang menggunakan senjata tajam hingga mengakibatkan korban mengalami luka fatal.
“Kejadiannya tadi malam. Korban diserang menggunakan senjata tajam hingga meninggal dunia,” jelasnya.
Usai menerima laporan, aparat keamanan bergerak cepat mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. Pada Selasa pagi, jenazah Brigpol Fredi Lukas Awes diterbangkan dari Bandara Dekai menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Saat ini aparat gabungan masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi penyerangan tersebut. Pengejaran terhadap pelaku juga terus dilakukan.
Di sisi lain, pengamanan di wilayah Dekai diperketat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif serta mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.
Gugurnya Brigpol Fredi Lukas Awes menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Polri sekaligus menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi personel keamanan dalam menjalankan tugas menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan.
Aparat juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui hal-hal yang dapat membantu proses penyelidikan kasus tersebut.
Laporan: Sony Rumainum

















