Foto: screenshot video keterangan Selly Kristina Tawam, Mahasiswi asal Mamberamo Raya di kota studi Jayapura dan beberapa rekan, ketika berkesempatan membersihkan asrama putri yang hendak di renovasi Pemda di perumnas Waena.
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Sejumlah mahasiswa putri asal Kabupaten Mamberamo Raya menyuarakan keresahan mereka terkait minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap fasilitas asrama mahasiswa putri di Kota Jayapura. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa asal daerah dengan julukan kabupaten “seribu misteri sejuta harapan” itu.
Selly Kristina Tawam mengungkapkan, hingga saat ini masih banyak mahasiswa putri Mamberamo Raya yang hidup berpindah-pindah dan terlantar di luar asrama karena belum tersedianya tempat tinggal yang layak dan memadai. Situasi itu membuat mahasiswa kesulitan menjalani aktivitas perkuliahan dengan baik.
Menurutnya, ketika dimintai keterangan usai kerja bakti bersama rekan-rekan lainnya menjelaskan bahwa pemerintah daerah seharusnya hadir memberikan dukungan nyata bagi generasi muda yang sedang menempuh pendidikan di Jayapura, terutama melalui penyediaan fasilitas hunian yang aman dan nyaman bagi mahasiswa putri.
Baca juga: Pemilik Ulayat Hentikan Pembangunan Asrama Mahasiswa Mamberamo Raya di Buper
Selly mewakili teman-teman mahasiswi juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera turun langsung melihat kondisi di lapangan serta mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan pembangunan renovasi maupun penyediaan sarana prasarana lainnya di asrama mahasiswa putri.
“Kami berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan mahasiswa putri Mamberamo Raya di Jayapura. Pendidikan membutuhkan dukungan fasilitas yang layak agar mahasiswa bisa belajar dengan baik,” ujar perwakilan mahasiswa.
Di tempat yang sama, Hendrik Pitawa selaku Badan Pengurus Forum Mahasiswa Kabupaten Mamberamo Raya berharap persoalan asrama mahasiswa dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam pembahasan program prioritas dan penganggaran daerah.
Melengkapi pernyataan Selly, BP Forum Mahasiswa Hendrik Pitawa tegaskan bahwa ada beberapa asrama di kota studi Jayapura yang terbengkalai “misalnya asrama Buper, asrama induk di perumnas 2 waena, dan asrama putri ini,” sehingga pemda harus turun tangan minimal meresponi masukan sejumlah mahasiswa ini.
Ia menilai dukungan terhadap fasilitas pendidikan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda Mamberamo Raya yang berkualitas di masa depan.
Laporan: Roy Hamadi

















