Foto: M. Irfan / Suasana demo damai Guru PNS dan honorer hingga tenaga kontrak
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Suasana di Kompleks Perkantoran Gunung Merah, Kabupaten Jayapura, Papua, mendadak ramai pada Senin, 30 Desember 2024. Ratusan guru dari berbagai jenjang status—PNS, PPPK, hingga guru kontrak—menggelar aksi demo damai di Lobby Parkiran Kantor Bupati Jayapura.
Demo tersebut dipicu oleh ketidakpuasan terhadap Pemda Kabupaten Jayapura yang belum membayarkan sejumlah hak guru, termasuk ULP (Uang Lauk Pauk), TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai), gaji pokok, hingga tunjangan daerah terpencil.
Daftar Tuntutan Guru
Dalam aksi yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIT ini, para guru menyampaikan pernyataan sikap mereka dengan beberapa poin utama:
1. ULP PNS: Belum dibayarkan selama tujuh bulan (Oktober-Desember 2023, Juli-Desember 2024). Dari enam bulan hak tahun 2024, hanya dua bulan yang direncanakan dibayar.
2. Sertifikasi: Triwulan ketiga dan keempat tahun 2024 belum terbayar sepenuhnya.
3. Non-Sertifikasi: Enam bulan belum dibayarkan.
4. Tunjangan Daerah Terpencil: Hak untuk tiga bulan tertunda.
5. Guru PPPK: Terdapat ketidakseimbangan dalam pembayaran rapelan; beberapa menerima Rp23 juta, sementara lainnya hanya setara satu kali gaji pokok.
6. Guru Kontrak: Pembayaran hanya 50% untuk Januari-Juni 2024, sementara tunjangan Juli-Desember 2024 sama sekali belum cair.
7. TPP: Belum dibayarkan untuk bulan Juni-Desember 2024.
Para guru secara bergantian berorasi, mendesak Pemda segera menyelesaikan masalah ini. Hingga pukul 12.25 WIT, suasana memanas ketika beberapa guru berusaha mendekati pintu ruang kerja Bupati Jayapura.

Pj Bupati Jayapura, Semuel Siriwa, belum menemui demonstran. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ia sedang berdiskusi dengan kepala kampung dan aparat desa yang juga memiliki tuntutan serupa.
“Jangan sampai ini menjadi puncak dari kekesalan kami sebagai guru. Kami hanya meminta hak kami yang seharusnya sudah dibayarkan sejak lama,” ujar salah satu peserta aksi dengan nada tegas.
Aksi yang digelar hingga siang hari ini mencerminkan kondisi pelik yang dihadapi tenaga pendidik di Kabupaten Jayapura. Hingga berita ini diturunkan, dialog antara para guru dan pihak Pemda belum juga terjadi.
(Fan)

















