Frans Beru: Budate Didorong Jadi Kampung Defenitif, Namun Krisis Rumah Layak Huni Jadi Sorotan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Luis | Tampak Frans Esau Beru, Kepala Kampung Bariwaro, didampingi Kepala Bamuskam Uret Morin ketika mengunjungi kampung pemekaran Budate, Distrik Waropen atas, Senin (20/4). 

Kasonaweja, jurnalmamberamofoja.com – Upaya pemekaran Kampung Budate di Distrik Waropen Atas, Kabupaten Mamberamo Raya, kian menguat. Namun di balik dorongan menuju status kampung definitif, persoalan mendasar masih membayangi: puluhan warga hidup di rumah pondok yang belum layak huni.

banner 325x300

Kepala Kampung Bariwaro, Frans Esau Beru, mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membantu pembangunan perumahan bagi masyarakat Budate. Desakan itu muncul setelah dirinya meninjau langsung kondisi warga saat berkunjung ke kampung tersebut, Senin (20/4/2026).

Dalam kunjungan itu, Frans menyaksikan mayoritas warga masih bertahan di rumah sederhana dengan kondisi terbatas. Padahal, jumlah penduduk Budate telah mencapai sekitar 55 kepala keluarga angka yang dinilai cukup untuk mendorong percepatan penetapan sebagai kampung definitif.

“Budate sudah layak diperhatikan serius. Bukan hanya soal status kampung, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat seperti rumah layak huni,” tegasnya.

Menurut Frans, pembangunan tidak boleh terpusat di wilayah perkotaan atau ibu kota distrik semata. Kampung-kampung pemekaran, kata dia, harus mendapat porsi pembangunan yang adil agar tidak tertinggal.

Tampak Kepala Kampung Bariwaro Frans Esau Beru didampingi Kepala Bamuskam Uret Morin dan sejumlah staf kampung lainnya ketika berkunjung ke Kampung Pemekaran Budate
Tampak Kepala Kampung Bariwaro Frans Esau Beru didampingi Kepala Bamuskam Uret Morin dan sejumlah staf kampung lainnya ketika berkunjung ke Kampung Pemekaran Budate

Baca juga: Akses Laut Dibuka, Warga Waropen Atas Sambut KM Cantika Lestari di Dermaga Yaripai

Sebagai kampung induk, Bariwaro selama ini telah berupaya mendukung perkembangan Budate. Salah satunya dengan membangun balai kampung menggunakan anggaran kampung induk pada 2022.

Namun, ia mengakui kapasitas tersebut sangat terbatas untuk menjawab kebutuhan yang lebih besar.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi untuk pembangunan menyeluruh tentu membutuhkan intervensi pemerintah,” ujarnya.

Frans juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya segera menetapkan Budate sebagai kampung definitif dan menunjuk kepala kampung agar tata kelola pemerintahan dapat berjalan optimal.

Senada dengan itu, Ketua Bamuskam Bariwaro Uret Morin didampingi Bamuskam Budate, Nikodemus Kamarea, menilai kebutuhan paling mendesak saat ini adalah program bantuan perumahan bagi warga.

“Kondisinya masih sangat memprihatinkan. Sebagian besar warga tinggal di pondok sederhana yang jauh dari kata layak,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera menindak-lanjuti aspirasi tersebut dengan mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat, khususnya melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

“Yang dibutuhkan masyarakat sekarang adalah bukti nyata. Supaya ketika Budate menjadi kampung definitif, warganya juga sudah hidup lebih layak,” tutupnya.

Laporan: Luis Awantano

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *