Viral Dicegat di Stadion, Wabup Haris: “Ini Hanya Miskomunikasi”

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Nampak Ketua Panpel Persipura Alberto Itaar bersama Wabup Jayapura Haris Richard S. Yocku, SH., diruang kerja wakil bupati, Selasa (21/4). 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Polemik Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, yang disebut sempat dilarang masuk ke Stadion Utama Lukas Enembe (SULE) saat laga Persipura Jayapura melawan PSIS Semarang akhirnya diklarifikasi. Ia menegaskan, insiden tersebut murni akibat miskomunikasi di lapangan, bukan pelarangan.

banner 325x300

Klarifikasi itu disampaikan langsung oleh Wabup Haris Yocku dalam konferensi pers bersama panitia pelaksana pertandingan, Selasa (21/4/2026), setelah isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan pemberitaan.

“Hari ini kami sudah klarifikasi. Apa yang berkembang di media tidak sepenuhnya benar. Ini hanya miskomunikasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kedatangannya ke stadion saat itu bukan untuk menonton pertandingan, melainkan membawa dokumen penting yang harus ditandatangani Bupati Jayapura. Ia datang bersama dua anak dan beberapa ajudan tanpa mengenakan atribut kedinasan.

“Saya datang sudah di menit ke-68 babak kedua. Saya tidak nonton bola, hanya ada urusan tanda tangan,” ujarnya.

Baca juga: Musim ini, Persipura Rombak Panpel dan Siapkan Teknologi VAR

Saat berada di pintu masuk, terjadi perbedaan persepsi dengan petugas. Ia sempat meminta agar salah satu anaknya dapat masuk menggunakan tiket yang ia pegang, namun panitia tetap menjalankan aturan satu tiket untuk satu orang.

“Petugas sudah jalankan tugas dengan benar. Saya hormati itu. Akhirnya tiket saya berikan ke anak saya, mereka masuk duluan,” jelasnya.

Ia sendiri kemudian mencari akses lain untuk masuk karena membawa dokumen penting. Setelah berhasil masuk, urusan tanda tangan selesai, dan ia pun langsung meninggalkan stadion usai pertandingan.

Wabup juga mengakui masuk melalui pintu samping karena terlambat, sehingga petugas tidak mengenalinya. Ia menilai hal tersebut wajar karena dirinya tidak menggunakan atribut resmi sebagai kepala daerah.

“Biasanya saya pakai tanda pengenal, kemarin tidak. Jadi wajar petugas tidak tahu,” katanya.

Baca juga: Gubernur Papua Terima Audiensi PT. NCK Persipura, Bahas Kesiapan Stadion

Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya masuk tanpa tiket. Menurutnya, sebagai pejabat sekaligus Ketua KONI Kabupaten Jayapura, ia justru selalu membeli tiket sebagai bentuk dukungan terhadap Persipura.

“Kami tidak pernah minta jatah. Bahkan sering beli tiket untuk dibagikan ke masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan masyarakat agar tidak berspekulasi berlebihan atas kejadian tersebut. Ia mengajak semua pihak menjaga situasi tetap kondusif menjelang pertandingan berikutnya.

“Jangan dibuat gaduh. Kita jaga bersama suasana tetap baik,” imbaunya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Persipura Jayapura, Alberto Itaar, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Ia mengakui adanya kendala koordinasi di internal panitia sehingga informasi kedatangan Wakil Bupati tidak tersampaikan dengan baik kepada petugas di lapangan.

“Kami tidak menginginkan kejadian ini. Petugas hanya menjalankan aturan, tapi memang ada miskomunikasi,” ujarnya.

Persoalan ini pun disebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua pihak sepakat untuk tidak memperpanjang polemik dan fokus mendukung jalannya kompetisi.

Menutup pernyataannya, Wabup Haris Yocku mengajak masyarakat untuk tetap mendukung Persipura secara positif, dengan membeli tiket dan menjaga ketertiban selama pertandingan.

“Persipura ini harga diri kita. Mari datang dan penuhi stadion pada 2 Mei nanti,” pungkasnya.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *