Foto: istimewa | Tampak kondisi kerusakan venue sepatu roda Klemen Final di Jayapura, Sabtu (18/4) pagi saat pengurus Perserosi datang untuk berlatih.
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Kabar memprihatinkan datang dari dunia olahraga Papua. Venue Sepatu Roda Klemen Tinal di Jayapura yang pernah dibanggakan sebagai salah satu fasilitas terbaik di Asia, kini berubah menjadi bangunan rusak akibat penjarahan dan perusakan.
Fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar itu ditemukan dalam kondisi memprihatinkan saat 13 atlet sepatu roda bersama orang tua dan pengurus Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Papua datang untuk berlatih pada Sabtu (18/4/2026) pagi.
Arena yang sebelumnya menjadi kebanggaan saat pelaksanaan PON XX Papua kini tampak tak terurus. Sejumlah fasilitas pendukung rusak parah, meninggalkan pemandangan yang kontras dengan kejayaannya beberapa tahun lalu.
Baca juga: 318 Anggota Siap Hadiri Musorkab, NPC Jayapura Susun Arah Baru Pembinaan Atlet
Wakil Ketua II Porserosi Papua, Vanwi Roberth, mengaku terpukul melihat kondisi tersebut. Ia menilai kerusakan yang terjadi merupakan kehilangan besar bagi dunia olahraga Papua.
“Sedih sekali, ini sarana olahraga sepatu roda terbaik, bahkan salah satu di Asia, tapi sekarang rusak seperti ini,” ungkapnya.
Padahal, venue ini menyimpan sejarah prestasi membanggakan. Pada PON XX, tim sepatu roda Papua berhasil menyumbangkan delapan medali emas untuk kontingen tuan rumah.

Laporan Tak Digubris, Pengurus Siap Temui Gubernur
Sekretaris Umum Porserosi Papua, Yonas Randan Buak, menegaskan bahwa kerusakan tersebut bukan hal baru. Pihaknya bahkan telah melaporkan kondisi venue itu berulang kali, namun tidak mendapat respons dari instansi terkait.
“Kami sudah tiga kali melaporkan ke dinas yang bertanggung jawab, tapi tidak ada tindak lanjut,” tegasnya.
Karena tak kunjung ditanggapi, Porserosi Papua berencana menemui langsung Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, untuk menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Mereka juga akan membawa laporan rinci terkait kerusakan yang terjadi, sekaligus mendesak langkah konkret pemerintah dalam menjaga dan memulihkan aset olahraga tersebut.

Aset Negara Bernilai Fantastis Kini Terbengkalai
Kerusakan venue ini menjadi ironi besar mengingat nilai investasinya yang tidak kecil. Klemen Tinal Roller Sport Stadium dibangun menggunakan dana APBN melalui Kementerian PUPR sebagai bagian dari persiapan PON XX Papua.
Pembangunan tersebut termasuk dalam paket tiga venue olahraga, yakni sepatu roda, panahan, dan dayung, dengan total anggaran mencapai Rp128,2 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2019.
Venue yang berdiri di atas tanah sekitar 1 hektar lebih di Bumi Perkemahan Pramuka Cenderawasih atau Buper Waena ini awalnya digagas oleh Mendiang Klemen Tinal yang kala itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Papua dan juga Ketua Umum PB Perserosi.
Kini, fasilitas berstandar internasional yang seharusnya menjadi tempat pembinaan atlet justru terbengkalai. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengelolaan dan pengamanan aset negara di Papua.
Porserosi Papua berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas sebelum kerusakan semakin parah dan potensi atlet muda Papua kembali terabaikan.
Laporan: Roy Hamadi

















