Foto: Irfan / Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H., menabuh Tifa sebagai tanda dibukanya kegiatan Rakercab IAI dan Seminar Kesehatan, Senin (12/5/25), di Sentani.
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H., secara resmi membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Jayapura dan Seminar Kesehatan, yang digelar pada Senin, 12 Mei 2025, di Lantai II Grand Cartensz Hotel, Jalan Toladan, Kota Sentani, Distrik Sentani.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kefarmasian dalam Penggunaan Aplikasi Digital” dan turut dihadiri Ketua Pengurus Cabang (PC) IAI Kabupaten Jayapura, apt. Erika Christine Irene, S.Farm, Ketua Pengurus Daerah (PD) IAI Papua, apt. Edward Manik Sihotang, S.Si., M.Kes, serta perwakilan dari PC IAI Kota Jayapura.
Dalam sambutannya, Wabup Haris Yocku menyebut kegiatan ini sebagai momentum kebangkitan para apoteker untuk melihat peluang, meningkatkan sinergi, dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Masyarakat kita masih banyak yang memiliki keterbatasan, baik dari sisi pengetahuan maupun akses. Tugas kita sebagai pelayan masyarakat adalah hadir dengan kasih sayang, tanpa marah-marah, apalagi membentak,” ujar Haris.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk di sektor kefarmasian. Haris mengingatkan agar apoteker tidak ikut menciptakan citra negatif seperti yang sering muncul di media terkait buruknya pelayanan di rumah sakit, klinik, dan apotek.
“Saya harap pelayanan buruk seperti penolakan pasien tidak terjadi di Kabupaten Jayapura. Sistem informasi manajemen pelayanan harus ditingkatkan agar lebih efisien dan efektif,” tegasnya.
Wabup juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang pelayanan kefarmasian. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya memperluas jangkauan dan efisiensi pelayanan, tetapi juga mengurangi kesalahan dan menekan biaya operasional.
“Apoteker sebagai garda terdepan harus terus meng-update diri. Saya melayani dengan cara politik, dan bapak-ibu melayani lewat kesehatan. Tapi kita semua punya misi yang sama: melayani masyarakat,” katanya.
Melalui Rakercab dan seminar ini, Haris berharap pengetahuan dan kompetensi para apoteker dan tenaga kefarmasian dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, seiring tantangan era digital saat ini.
“Mari jadi bagian dari perubahan besar dalam jaringan layanan kesehatan masyarakat. Kita boleh berbeda profesi, tapi satu dalam tujuan: melayani,” tutupnya.
Laporan: Irfan

















