MRP Papua Barat Gandeng STIH Manokwari, Dorong Hukum Adat Naik Kelas

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Dr. Filep Wamafma, SH., MH., Ketua STIH Manokwari, bersama Ketua MPR Papua Barat Judson Ferdinandus Waprak

Manokwari, jurnalmamberamofoja.com – Upaya memperkuat posisi hukum adat di Papua Barat terus didorong. Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat resmi menjalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

banner 325x300

Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia serta penguatan kajian hukum berbasis kearifan lokal yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat adat di Tanah Papua.

Ketua STIH Manokwari, Filep Wamafma, menyebut kerja sama tersebut merupakan bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pernyataan itu disampaikannya di sela Rapat Senat Terbuka wisuda beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kemendagri Tegur Pemda Papua Barat dan Papua Tengah, RAP Otsus 2026 Masih Tertahan

Ia menegaskan, kemitraan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi langkah strategis untuk membangun sinergi antara dunia akademik dan
lembaga kultural daerah.

“Kerja sama ini harus berlanjut dalam bentuk program nyata, bukan hanya penandatanganan di atas kertas,” tegasnya.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak akan mengembangkan berbagai kegiatan, mulai dari penelitian bersama, seminar, pelatihan, hingga program pengabdian masyarakat.

Fokus utama diarahkan pada penguatan hukum adat, perlindungan hak masyarakat asli Papua, serta peningkatan peran lembaga adat dalam sistem hukum nasional.

Tak hanya itu, kerja sama ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan.

Langkah ini dinilai penting agar mahasiswa dapat memahami secara konkret kondisi sosial serta dinamika hukum yang berkembang di Papua Barat.

Dengan pendekatan tersebut, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Filep menambahkan, kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat jejaring kelembagaan sekaligus meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Ke depan, sinergi antara STIH Manokwari dan MRP Papua Barat diharapkan berjalan konsisten dan melahirkan program-program berkelanjutan yang berdampak luas.

“Kolaborasi antara akademisi dan lembaga daerah adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan di Papua Barat,” pungkasnya.

Laporan: Sonny Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *