Bukan Sekedar Data, Disnaker Jayapura Siapkan Strategi Serap Lulusan Luar Negeri

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan |Tampak Edward Hasudungan Manik Sihotang, Sekretaris Disnaker Kabupaten Jayapura, mengikuti kegiatan Career Center Connect. 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Jayapura mulai mengambil langkah strategis dengan menyusun database alumni luar negeri asal Papua guna memperkuat koneksi mereka dengan dunia kerja di daerah, Jumat (17/4/2026).

banner 325x300

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan lulusan berpengalaman internasional tidak kehilangan arah setelah kembali ke tanah air, sekaligus membuka peluang pemanfaatan sumber daya manusia berkualitas bagi pembangunan daerah.

Sekretaris Disnaker Kabupaten Jayapura, Edward Hasudungan Manik Sihotang, menyebut pendataan tersebut bertujuan memetakan kondisi riil para alumni, baik yang telah bekerja maupun yang masih belum terserap di dunia kerja.

“Melalui database ini, kami ingin mengetahui posisi mereka saat ini. Setelah itu, kami akan menjalin koordinasi dengan Forum Komunikasi HRD perusahaan agar lulusan luar negeri bisa masuk sesuai kompetensinya,” ujarnya.

Ia menegaskan, pendekatan yang dibangun tidak lagi bersifat umum, melainkan lebih spesifik berbasis keahlian, sehingga peluang penyerapan tenaga kerja menjadi lebih optimal.

Selain itu, Disnaker juga tengah merancang skema magang khusus bagi alumni luar negeri. Program ini berbeda dengan magang reguler yang selama ini lebih banyak menyasar lulusan SMA dan SMK.

“Untuk lulusan luar negeri, penempatannya tentu lebih selektif dan disesuaikan dengan bidang keahlian. Jadi tidak lagi general, tetapi benar-benar berbasis kompetensi,” jelas Edward. 

Baca juga: Angka Pengangguran Tinggi, Disnakertrans Jayapura Genjot Pelatihan Karakter & Skill Anak Muda Papua

Ia juga mengungkapkan bahwa program magang sebelumnya telah menunjukkan hasil positif. Dari 10 peserta yang dikirim melalui pelatihan perbengkelan, satu orang berhasil bekerja di perusahaan otomotif, sementara lainnya memilih membuka usaha mandiri dengan dukungan peralatan dari pemerintah.

“Pendampingan tetap kami lakukan melalui pemerintah kampung, karena usaha mereka juga terhubung dengan koperasi yang ada di wilayah tersebut,” tambahnya.

Dalam upaya memperkuat jejaring alumni, Disnaker Jayapura menggandeng Career Center Cahaya yang bernaung di bawah Yayasan Cahaya dan Terang untuk Papua.

Koordinator Career Center Cahaya, Novia Rumbewas, menjelaskan bahwa lembaganya hadir untuk membantu proses reintegrasi alumni luar negeri, khususnya Orang Asli Papua (OAP), agar dapat beradaptasi dan berkontribusi di dalam negeri.

“Banyak anak-anak Papua yang sudah belajar di luar negeri, tetapi ketika kembali, mereka membutuhkan jembatan untuk masuk ke dunia kerja. Di situlah peran kami,” ungkapnya.

Melalui program Career Center Connect, pihaknya secara aktif mempertemukan alumni dengan peluang kerja yang tersedia. Program ini juga menjadi kelanjutan dari kegiatan reuni dan job fair alumni luar negeri yang digelar sebelumnya.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 80 alumni dari berbagai negara turut berpartisipasi, mulai dari Amerika Serikat, Australia, Jepang, Rusia, Inggris, hingga negara-negara Eropa.

Novia menambahkan, meski Papua Hope Language Institute (PHLI) fokus mengirim pelajar ke Amerika Serikat, Career Center Cahaya hadir sebagai wadah yang merangkul seluruh alumni Papua dari berbagai negara.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang lebih terarah bagi alumni luar negeri, sehingga kehadiran mereka tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *