Foto: istimewa | Tampak ibadah pelantikan Panitia Temu Raya Persekutuan Kaum Bapa (PKB) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua di Jemaat GKI Rafael Kemiri, Minggu (7/6).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Persiapan pelaksanaan Temu Raya Persekutuan Kaum Bapak (PKB) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua resmi dimulai setelah kepanitiaan Temu Raya PKB GKI ke-VIII dilantik dalam ibadah Minggu pagi di Jemaat GKI Rafael Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (7/6/2026).
Pelantikan yang dilakukan oleh Pdt. Gustaf Wutoy, M.Th., selalu Wakil Ketua II Sinode GKI, Badan Pekerja Sinode (BPS) GKI di Tanah Papua tersebut menandai dimulainya rangkaian persiapan menuju perhelatan akbar kaum bapak GKI yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Klasis GKI Sentani dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang diperkirakan akan menghadirkan lebih dari 21 ribu peserta dari seluruh wilayah pelayanan GKI di Tanah Papua. Dalam susunan kepanitiaan yang dilantik, Henock Puraro,S.Sos., dipercaya sebagai Ketua Panitia, Naaman Jalesy sebagai Sekretaris, dan Agustina Tennu sebagai Bendahara.
Dalam sambutannya, Pdt. Gustaf Wutoy, M.Th., menegaskan bahwa Temu Raya PKB bukan hanya agenda rutin gerejawi, melainkan wadah strategis untuk memperkuat pelayanan dan peran kaum bapak dalam kehidupan bergereja maupun pembangunan masyarakat Papua.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum perjumpaan iman bagi kaum bapak GKI sekaligus sarana evaluasi program pelayanan yang telah berjalan. Selain itu, Temu Raya juga akan menghasilkan berbagai rumusan program baru yang sejalan dengan tema Tahun Kepedulian menuju Sidang Sinode GKI di Tanah Papua yang akan berlangsung di Teluk Wondama pada 2027.
“Temu Raya ini menjadi wadah perjumpaan Tuhan dengan kaum bapak GKI di Tanah Papua. Selain mengevaluasi program yang sudah berjalan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mengkaji berbagai perkembangan sosial yang terjadi di tengah masyarakat Papua,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Klasis GKI Sentani, Pdt. Albert Suebu, S.Si., mengatakan panitia memiliki waktu efektif sekitar lima bulan untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan. Ia optimistis pelaksanaan Temu Raya dapat berjalan sukses karena mendapat dukungan penuh dari seluruh klasis di Wilayah I dan berbagai unsur pelayanan GKI di Tanah Papua.
Ia menyebutkan kegiatan tersebut akan melibatkan perwakilan dari 70 klasis definitif, 13 bakal klasis, serta 2.058 jemaat yang tersebar di seluruh Tanah Papua.
“Pelantikan ini bukan sekadar penetapan jabatan kepanitiaan, tetapi merupakan komitmen bersama untuk melaksanakan tugas pelayanan yang Tuhan percayakan dengan penuh tanggung jawab. Kami berterima kasih kepada BPS GKI di Tanah Papua yang telah memberikan kepercayaan kepada Klasis GKI Sentani sebagai tuan rumah,” katanya.

Ketua Panitia Temu Raya PKB GKI ke-VIII, Henock Puraro, S.Sos., mengaku optimistis seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan bahwa kepanitiaan yang terbentuk akan bekerja maksimal untuk menyukseskan salah satu agenda gerejawi terbesar di lingkungan GKI.
“Kami percaya tugas ini merupakan tanggung jawab iman yang Tuhan percayakan kepada kami. Karena itu kami berharap Tuhan memberikan hikmat, kekuatan, dan kemampuan agar seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan Temu Raya dapat berjalan lancar dan menjadi berkat bagi gereja maupun masyarakat Papua,” ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, panitia telah membentuk sejumlah seksi kerja yang akan menangani berbagai bidang, mulai dari usaha dana, acara dan kerohanian, perlengkapan, akomodasi, sekretariat, konsumsi, dokumentasi dan publikasi, kesehatan, keamanan, transportasi hingga pelayanan doa.
Dengan dilantiknya kepanitiaan tersebut, seluruh jajaran panitia kini mulai bergerak mempersiapkan Temu Raya PKB GKI ke-VIII sebagai momentum memperkuat iman, persekutuan, dan pelayanan kaum bapak GKI di Tanah Papua menjelang Sidang Sinode GKI tahun 2027.
Laporan: Sony Rumainum

















