Mantan Sekwan DPRP Juliana J Waromi Geram: “Siapa yang Berani Bobol Akun TPP dan Absensi Saya?”

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Dr. Juliana J. Waromi, SE., M.Si., mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPR Papua. 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com Mantan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Dr.Juliana J.Waromi, SE., M.Si, melayangkan protes keras dan menuntut kejelasan atas dugaan pembobolan akun Tunjangan Kinerja Pegawai (TPP) serta data absensi pribadinya. Ia menilai perbuatan itu bukan sekadar pelanggaran data, melainkan tindakan yang berniat jahat dan melawan hukum.

banner 325x300

Dengan nada tegas, Juliana Waromi menegaskan bahwa ia sama sekali tidak pernah memberikan izin kepada pihak mana pun untuk mengakses, mengubah, maupun memanipulasi akun dan data pribadinya.

“Saya tanya secara terbuka dan tegas: Siapa yang berani membobol akun TPP dan absensi saya? Siapa yang memberi wewenang? Ini tindakan ilegal! Ini pelanggaran berat terhadap data pribadi dan keamanan sistem negara,” tegas mantan Sekwan Juli Waromi dengan suara lantang di hadapan wartawan melalui sambungan telpon Rabu (20/7/2026).

Nampak Dr. Julianan Waromi, SE.,M.Si., ketika menyerahkan SK honorer K2
Nampak Dr. Juliana Waromi, M.Si., ketika menyerahkan SK honorer K2, disaksikan Oleh Kabag Keuangan Mulyani, S.Sos., M.Si., yang sekarang menjabat sebagai Plt. Sekwan. (dok Andre Fonataba)

Baca juga: Sekwan DPR Papua Serahkan SK CPNS kepada 41 Tenaga Honorer K2

Ia menduga kuat ada tangan-tangan tertentu yang berupaya memanipulasi catatan kehadiran dan penghitungan tunjangan kinerjanya untuk kepentingan tertentu, bahkan berpotensi merusak nama baiknya. Ia juga menyoroti betapa lemahnya pengamanan sistem informasi kepegawaian di lingkungan lembaga tersebut.

“Kalau akun milik saya saja bisa dibobol dengan semudah itu, bagaimana nasib pegawai biasa? Sistem ini bocor dan tidak aman. Saya tidak akan diamkan! Pelaku harus dicari dan dipertanggungjawabkan secara hukum,” tandasnya.

Juliana Waromi akan meminta aparat penegak hukum-Polisi maupun Kejaksaan serta lembaga pengawasan untuk segera turun tangan, melakukan audit menyeluruh, dan membongkar siapa otak di balik pembobolan tersebut. Ia menegaskan akan menuntut kasus ini sampai tuntas dan tidak akan berkompromi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola sistem maupun instansi terkait.

Laporan: Andre Fonataba

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *