Foto: Irfan | Tampak Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos.,MKP., ketika menabuh Tifa sebagai tanda dibukanya kegiatan Pendampingan dan Optimalisasi Pemanfaatan OAPShop bagi para pelaku UMKM OAP di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu, 3 Juni 2026
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong transformasi ekonomi digital bagi Orang Asli Papua (OAP).
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sebanyak 200 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) OAP dari tiga wilayah pembangunan (WP) mendapatkan pendampingan dan optimalisasi pemanfaatan platform digital OAPShop.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Rabu (3/6/2026), dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP., yang mewakili Bupati Jayapura Yunus Wonda.
Program pendampingan ini difokuskan pada peningkatan literasi digital, penguatan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi informasi, serta optimalisasi penggunaan marketplace OAPShop sebagai sarana pemasaran produk lokal secara lebih luas.
Dalam sambutan Bupati Jayapura yang dibacakan Abdul Rahman Basri, ditegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jayapura berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM Orang Asli Papua, sebagai salah satu pilar penting pembangunan daerah.
“Di era digital saat ini, pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Produk-produk lokal Papua harus bisa menembus pasar yang lebih luas melalui platform digital, tidak hanya bergantung pada pasar lokal,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran OAPShop merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam membuka akses pasar digital bagi pelaku UMKM OAP di Kabupaten Jayapura.
Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya Pemerintah Kabupaten Jayapura telah melaksanakan launching sekaligus pelatihan penggunaan OAPShop di tiga wilayah pembangunan. Program tersebut menjadi langkah awal dalam memperluas ekosistem UMKM digital hingga menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Jayapura yang terdiri dari 19 distrik, 139 kampung, dan lima kelurahan.
“Ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pengembangan UMKM berbasis digital sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Jayapura,” katanya.

Abdul Rahman menegaskan, keberhasilan sebuah platform digital tidak hanya ditentukan oleh tersedianya aplikasi, tetapi juga oleh kemampuan pengguna dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara aktif dan berkelanjutan.
Karena itu, melalui kegiatan pendampingan ini para pelaku UMKM didorong untuk melengkapi profil usaha, memperbarui katalog produk, meningkatkan kemampuan promosi digital, memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS, hingga memperkuat pemasaran produk-produk lokal Papua melalui platform OAPShop.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para pelaku UMKM Orang Asli Papua dan mampu meningkatkan daya saing usaha mereka di era digital,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan belajar, berdiskusi, dan membangun jejaring usaha yang dapat mendukung perkembangan bisnis masing-masing.
Selain itu, ia meminta seluruh perangkat daerah dan para pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam membangun ekosistem UMKM digital yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Jayapura.
Sementara itu, Ketua Panitia Lambert Ortumilena menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari launching dan pelatihan penggunaan aplikasi OAPShop yang telah dilaksanakan pada 12 Agustus 2025 oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Kominfo.
“Melalui kegiatan lanjutan ini, kami kembali melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM OAP agar pemanfaatan platform OAPShop dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap penggunaan OAPShop, melengkapi profil usaha dan katalog produk, meningkatkan kemampuan promosi digital, mendorong penggunaan transaksi digital melalui QRIS, serta meningkatkan keaktifan pelaku usaha dalam ekosistem digital OAPShop.
Lambert juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut didukung melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura Tahun Anggaran 2026.
Laporan: M. Irfan

















