Foto: istimewa | Tampak wisatawan bersama penari di kampung Yobeh.
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Kampung Yobeh di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, kembali mencuri perhatian dunia. Puluhan wisatawan mancanegara dibuat takjub saat menyaksikan langsung kekayaan budaya dan kearifan lokal yang masih terjaga kuat di kampung tersebut, Rabu (15/4).
Sekitar 70 turis dari Asia hingga Eropa menggunakan kapal pesiar Swan Hellenic Cruises tiba di Jayapura dan hadir menikmati rangkaian atraksi budaya khas Papua yang sarat makna. Mereka disuguhi pertunjukan tari perang yang penuh energi, serta tari tifa yang mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat setempat.
Tak hanya pertunjukan seni, wisatawan juga diajak melihat proses tradisional memangkur sagu. Aktivitas ini menjadi daya tarik tersendiri karena memperlihatkan secara langsung bagaimana masyarakat Papua mengolah makanan pokok mereka secara turun-temurun.
Keindahan alam Danau Sentani menggunakan perahu ke kampung Hobong dan Ifale, ini semakin memperkuat pengalaman para pengunjung.

Baca juga: Dari Batik Papua hingga Danau Sentani, Kunjungan Zita Anjani Buka Harapan Baru Pariwisata Jayapura
Hamparan air yang tenang, dipadu gugusan pulau kecil di sekitarnya, menghadirkan panorama eksotis yang sulit dilupakan. Banyak wisatawan meman-faatkan momen tersebut untuk mengabadikan keindahan alam sekaligus kekayaan budaya yang mereka saksikan.
Tom salah satu turis dari Texas, Amerika, mengaku terkesan dengan keaslian tradisi yang tetap dipertahankan masyarakat Kampung Yobeh.
Ia juga di suguhkan mencicipi makanan lokal warga yakni ulat sagu, serta pengalaman menyaksikan langsung budaya lokal memberikan kesan yang jauh lebih mendalam dibandingkan hanya melihat melalui layar digital.

Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian awal menjelang Festival Danau Sentani 2026. Event tahunan tersebut direncanakan melibatkan 139 kampung di sekitar Danau Sentani, yang akan menampilkan beragam seni dan tradisi khas Papua dalam skala lebih besar.
Ketua DPD Himpunan Pariwisata Indonesia Provinsi Papua Simson Mehue mengatakan para wisatawan tiba di pelabuhan Jayapura menggunakan kapal Pesiar Swan Hellenic cruises tiba pada Rabu (15/4) pagi, kemudian mengunjungi Museum Universitas Cendrawasih, kemudian lanjut ke kampung Yobeh.
Mehue jelaskan bahwa para turis ini berasal dari negara China, Filipina, Singapura, Australia dan Amerika. Dimana mereka bertolak dari Kepulauan Salomon ke Jayapura dan selanjutnya akan menuju ke Nabire Papua Tengah untuk melihat Hiu Paus kemudian Sorong bergabung dengan turis lainnya yang sedang menunggu untuk bersama ke Halmahera dan Sulawesi Utara dan kembali lagi ke Papua.
Harapan Himpunan Pariwisata kepada Pemerintah adalah terus melengkapi infrastruktur yang ada sedangkan tugas masyarakat adat yakni menjaga keindahan alamnya agar budaya tetap lestari.
Pemerintah daerah menilai momentum ini sebagai peluang strategis untuk mendorong promosi pariwisata Papua ke tingkat global. Selain memperkenalkan budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Dengan antusiasme wisatawan yang terus meningkat, Kampung Yobeh dipandang sebagai salah satu destinasi unggulan yang mampu menawarkan pengalaman autentik perpaduan antara budaya asli dan keindahan alam Papua.
Laporan: Sony Rumainum

















