Foto: Irfan | Tampak Wabup Jayapura Haris Richard S. Yocku, SH., didampingi Plt. SekdaKab Jayapura Yusuf Yambe Yabdi, ST., MT., serta Korwil Program Makan Bergizi Nasional Ruth Widiastuti ketika evaluasi, Selasa (14/10) di Aula kantor Bupati.

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama tim Badan Gizi Nasional (BGN) dan Sekretariat Dukungan Kabinet melaksanakan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Jayapura, Selasa (14/10).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Jayapura Haris Yocku dan dibuka secara resmi oleh Plt. Sekretaris Daerah, Yusuf Yambe Yabdi.
Hadir pula para asisten, pimpinan OPD, serta perwakilan kementerian terkait. Sebelum kegiatan evaluasi dimulai, tim BGN meninjau salah satu dapur bergizi di Distrik Sentani Timur untuk memantau secara langsung pelaksanaan program di lapangan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Jayapura menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat dan memperluas jangkauan program MBG hingga ke wilayah-wilayah terpencil.
“Program ini sangat penting untuk mendukung kesehatan anak-anak, menekan angka stunting, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita,” ujar Wabup.
Ia mengakui bahwa masih terdapat sejumlah kendala teknis, terutama soal akses distribusi bahan makanan ke daerah pesisir dan pegunungan.
Oleh sebab itu, Pemkab Jayapura akan meningkatkan koordinasi lintas OPD, khususnya dengan Dinas Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial, agar pelaksanaan program semakin efektif dan tepat sasaran.
Selain memperbaiki sistem logistik, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan dapur bergizi.
“Kami ingin tenaga kerja di dapur MBG berasal dari masyarakat lokal, khususnya mama-mama Papua. Ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga bentuk pemberdayaan ekonomi keluarga,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Kabupaten Jayapura Program Makan Bergizi Nasional, Ruth Widiastuti, menyampaikan hasil evaluasi capaian program di daerah tersebut. Dari total target sekitar 67 ribu penerima manfaat, baru sekitar 34 ribu anak yang telah terlayani, atau baru mencapai 40 persen dari total sasaran.
Menurut Ruth, tantangan terbesar berada di wilayah pesisir dan pegunungan yang memiliki keterbatasan akses transportasi. Ke depan, Kabupaten Jayapura ditargetkan memiliki 36 Satuan Pelaksana Pangan Bergizi (SPPG), namun saat ini baru 11 dapur bergizi yang beroperasi aktif.
Baca juga: Wakil Bupati Jayapura Tinjau Program MBG, Pastikan Anak-anak Dapat Gizi Seimbang
Beberapa lokasi lain, seperti Distrik Depapre dan Yapsi, masih dalam tahap persiapan menunggu kedatangan peralatan dapur. Untuk wilayah 3T (terluar, terpencil, dan tertinggal), BGN menegaskan tetap akan membangun dapur bergizi, meskipun jumlah anak penerima manfaat relatif sedikit.
“Meskipun hanya ada 50 anak, kami tetap akan bangun SPPG supaya semua anak bisa mendapat makanan bergizi,” jelas Ruth.
Ruth juga menyoroti tingginya keterlibatan masyarakat lokal. Sebagian besar tenaga kerja dapur MBG merupakan warga setempat, bahkan di SPPG Kalkote, seluruh pekerjanya adalah mama-mama asli Papua.
“Ke depan kami menargetkan 80 persen tenaga kerja berasal dari mama-mama lokal agar tingkat kepercayaan masyarakat makin tinggi,” katanya.
Terkait sistem kerja, Ruth menjelaskan bahwa aktivitas dapur berlangsung dengan sistem shift. Para relawan mulai mempersiapkan bahan makanan sejak sore, mencuci dan memotong sayur, kemudian memasak nasi sekitar pukul dua dini hari dan lauk pada pukul empat pagi. Seluruh makanan kemudian didistribusikan ke sekolah-sekolah pada pukul tujuh pagi.
Menanggapi laporan adanya beberapa siswa yang sempat mengalami gangguan kesehatan, BGN memastikan telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura untuk menjamin keamanan dan kebersihan pangan.
“Kami telah menerapkan Sertifikat Rumah Hidangan Sehat (SRHS), dan semua chef yang memasak sudah bersertifikat,” tegas Ruth.
Dengan hasil evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Jayapura dan BGN berkomitmen untuk memperluas cakupan penerima manfaat, memperkuat pasokan pangan lokal, serta meningkatkan peran mama-mama Papua dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Program ini diharapkan menjadi pondasi kuat dalam membangun generasi Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Laporan: M. Irfan








