Pedagang Menjerit, Pasar Youtefa Kini Dipenuhi Sampah dan Aksi Kriminal

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak gerobak sampah di pasar Youtefa yang tak kunjung di angkut menyebabkan sampah berserakan. 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Kondisi Pasar Youtefa Otonom kembali menuai sorotan dari para pedagang. Pascapergantian kepala pasar, sejumlah pedagang mengaku situasi pasar semakin semrawut, dipenuhi sampah, rawan kriminalitas, hingga muncul dugaan adanya oknum yang ikut mengatur aktivitas pasar tanpa kewenangan resmi.
Keluhan itu ramai diperbincangkan di lingkungan pasar dan melalui pesan berantai antar pedagang.

banner 325x300

Mereka menilai kondisi Pasar Youtefa kini jauh berbeda dibanding sebelumnya saat masih dipimpin kepala pasar lama, La Kaimudin.

Ikbal, salah satu pedagang, mengatakan pada masa kepemimpinan sebelumnya, pasar dinilai lebih tertib, aman, dan nyaman bagi para pedagang maupun pembeli. Penataan kios disebut lebih rapi, koordinasi berjalan baik, serta pengawasan keamanan lebih maksimal.

Namun setelah pergantian unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Pasar Youtefa yang baru dan ditariknya pos penjagaan personel Brimob Polda Papua, para pedagang mengaku mulai kehilangan rasa aman. Kasus pencurian hingga aksi penikaman disebut mulai marak terjadi di kawasan pasar.

“Dulu pasar lebih tertata, bersih, dan pedagang merasa dilindungi. Sekarang justru muncul pencurian sampai kasus penikaman. Ini sangat memprihatinkan karena pasar adalah pusat ekonomi masyarakat kecil,” ungkap Lilis, salah satu pedagang, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Diduga Korsleting Listrik Pemicu Kebakaran Pasar Youtefa, Pedagang Minta Pemeriksaan Instalasi Rutin

Keluhan serupa disampaikan Hasna. Ia menilai kepala pasar sebelumnya memiliki kinerja yang baik dan mampu mendukung program Pemerintah Kota Jayapura, termasuk dalam agenda 100 hari kerja wali kota.

Menurutnya, pergantian pimpinan pasar seharusnya mempertimbangkan kemampuan manajerial dan pengalaman kerja, bukan sekadar penempatan jabatan administratif.

“Kepala pasar lama bekerja baik dan mendukung program pemerintah. Tapi sekarang kondisi pasar justru memburuk. Penempatan pejabat harus melihat kemampuan kerja, bukan hanya jabatan,” ujarnya.

Kritik juga diarahkan kepada Pemerintah Kota Jayapura agar lebih serius mengevaluasi pengelolaan pasar rakyat. Para pedagang menilai kondisi Pasar Youtefa saat ini dapat mencoreng program prioritas pemerintah apabila tidak segera ditangani.

“Kalau persoalan pasar rakyat dibiarkan, tentu bisa berdampak terhadap capaian program 100 hari kerja pemerintah,” kata Mansur, pedagang Pasar Otonom.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Pedagang Pasar Youtefa dan Otonom Rayakan Natal Bersama

Selain persoalan keamanan dan penataan, pedagang juga menyoroti buruknya sistem pengelolaan sampah serta saluran pembuangan limbah di kawasan pasar. Limbah organik dan nonorganik disebut masih mengalir dan tertampung di selokan serta sungai yang melintasi Kota Jayapura.

Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius apabila tidak segera ditangani pemerintah.

“Jangan tunggu alam memberi teguran lewat banjir bandang baru pemerintah bergerak,” ujar salah satu pedagang.

Sementara itu, Yosef mendesak Wali Kota Jayapura turun langsung melihat kondisi Pasar Youtefa dan Pasar Otonom. Ia juga meminta pemerintah menertibkan oknum-oknum yang diduga menguasai lapak dan mengatur aktivitas pasar tanpa kewenangan resmi.

“Kami berharap bapak wali kota turun langsung mengecek kondisi pasar. Ada informasi oknum yang bukan petugas resmi tetapi ikut mengatur di dalam pasar dan memiliki sejumlah lapak yang kemudian disewakan lagi kepada pedagang. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” tegasnya.

Para pedagang berharap Pemerintah Kota Jayapura segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Pasar Youtefa Otonom, memperkuat sistem keamanan, menata kawasan pasar, serta memperbaiki pengelolaan limbah agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan aman, nyaman, dan tertib.

Laporan: Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *