Foto: Irfan | Tampak Sri Hadi Pamenang, Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayapura.
Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) resmi membuka pendaftaran turnamen sepak bola Bupati Cup II Tahun 2026, sebuah ajang yang tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga diarahkan sebagai wadah pembinaan serius bagi talenta muda daerah.
Turnamen kategori usia di bawah 23 tahun (U-23) ini dijadwalkan mulai bergulir pada 22 Mei 2026, dengan kuota peserta terbatas hanya 20 tim.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kabupaten Jayapura, Sri Hadi Pamenang, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sudah terlihat sejak hari
pertama pendaftaran dibuka.
“Baru hari pertama, sudah ada empat tim yang mendaftar. Ini sinyal positif bahwa pembinaan sepak bola di daerah kita mulai bergerak,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri kegiatan Purna Siswa SMA Negeri 1 Sentani, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, Bupati Cup II bukan sekadar turnamen tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun fondasi sepak bola dari level akar rumput.
Baca juga: Pemkab Jayapura Buka Turnamen Basket Bupati CUP 2025: Sebanyak 47 Tim Siap Adu Gengsi
Dispora, kata dia, tengah menyiapkan langkah lanjutan berupa pembentukan sistem pembinaan yang lebih terstruktur, termasuk peluang menghadirkan sekolah sepak bola (SSB) atau akademi resmi di bawah naungan pemerintah daerah.
“Kita tidak mau berhenti di event saja. Kita ingin ada sistem pembinaan berkelanjutan, supaya pemain muda ini tidak hilang setelah turnamen selesai,” tegasnya.
Sri Hadi juga menekankan bahwa turnamen ini secara khusus diperuntukkan bagi pemain asli Kabupaten Jayapura. Seluruh peserta wajib memiliki KTP Kabupaten Jayapura sebagai syarat utama.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa pembinaan benar-benar menyasar putra daerah, bukan pemain dari luar yang sudah memiliki jam terbang di kompetisi lain.
“Pemain dari luar, apalagi yang sudah main di Liga 4 atau berasal dari luar Papua, tidak kita terima. Fokus kita jelas, membina anak-anak daerah,” katanya.
Dari sisi regulasi usia, turnamen ini diperuntukkan bagi pemain kelahiran tahun 2003 atau maksimal berusia 23 tahun. Namun, Dispora tetap membuka ruang bagi pemain yang lebih muda selama memiliki kualitas yang layak.
“Kalau ada usia 17 atau bahkan 15 tahun, tapi punya kemampuan dan siap bermain secara tim, itu justru bagus. Kita ingin ada kombinasi dan regenerasi sejak dini,” jelasnya.
Tahapan pelaksanaan turnamen pun telah disusun secara rinci. Setelah pendaftaran ditutup pada 15 Mei 2026, akan dilanjutkan dengan screening pemain pada 17–18 Mei, kemudian technical meeting pada 20 Mei, sebelum akhirnya kick off digelar pada 22 Mei 2026.
Baca juga: Hidupkan Budaya Lewat Yospan dan Wisisi, Bupati Jayapura: Ini Identitas Kita sebagai Orang Papua
Lebih jauh, Sri Hadi menegaskan bahwa hasil dari turnamen ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pembinaan lanjutan, termasuk kemungkinan mengarahkan pemain potensial ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia bahkan membuka peluang kerja sama dengan klub-klub lain, dengan catatan adanya mekanisme yang jelas dan legal.
“Kalau ada klub yang mau merekrut pemain hasil binaan ini, harus ada kesepakatan dan legalitas yang jelas. Kita tidak mau pemain dilepas begitu saja tanpa arah,” ujarnya.
Selain itu, turnamen ini juga diproyeksikan sebagai langkah awal dalam menyiapkan pemain pelapis bagi tim Persidafon, yang selama ini menjadi ikon sepak bola Kabupaten Jayapura.
“Harapan kita, dari sini muncul pemain-pemain yang bisa memperkuat Persidafon ke depan,” tambahnya.
Tak berhenti di sepak bola, Dispora Kabupaten Jayapura juga tengah menyiapkan agenda lanjutan berupa kejuaraan olahraga multi-event khusus pelajar.
Rencananya, empat cabang olahraga akan dipertandingkan, yakni sepak bola, voli, futsal, dan mini soccer, sebagai bagian dari penguatan pembinaan atlet usia dini.
“Kita mulai dengan empat cabang dulu. Nanti kita lihat perkembangan, baru kita kembangkan lagi ke depan,” tutup Sri Hadi.
Dengan konsep pembinaan berjenjang dan fokus pada potensi lokal, Bupati Cup II Jayapura diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya generasi baru sepak bola dari Bumi Khenambay Umbay.
Laporan: M. Irfan

















