Foto: Irfan | Tampak Yeri Stenly Hamadi dan Paul Ohee, selaku Ketua dan Wakil ketua DPD Barisan Merah Putih Provinsi Papua, ketika memberikan keterangan Pers kepada awak media di Stadion Lukas Enembe, Minggu (10/5).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Dewan Perwakilan Daerah Barisan Merah Putih (DPD-BMP) Provinsi Papua dan sejumlah komunitas menggelar aksi kerja bakti membersihkan kompleks Stadion Utama Lukas Enembe (SULE), Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Minggu (10/5/2026), pascakerusuhan usai laga playoff Persipura Jayapura kontra Adhyaksa FC.
Sekitar 50 anggota BMP Papua bersama komunitas BDC dan KNPI terlibat dalam aksi tersebut dengan dukungan Pemerintah Provinsi Papua. Mereka membersihkan sejumlah titik di area stadion yang mengalami kerusakan akibat aksi ricuh setelah pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Persipura 0-1 dari Adhyaksa FC.
Ketua DPD BMP Provinsi Papua, Yeri Stenly Hamadi, menyampaikan keprihatinannya atas kerusakan fasilitas stadion serta pembakaran kendaraan milik warga yang terjadi dalam insiden tersebut.
“Kami mengecam keras tindakan pengrusakan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Banyak fasilitas stadion rusak, bahkan kendaraan masyarakat seperti mobil dan motor ikut dibakar,” ujar Hamadi di sela kegiatan kerja bakti.

Baca juga: Ketua Ikkal Papua Turun Bersih-Bersih Stadion LE, Tunjukan Solidaritas untuk Persipura
Menurutnya, aksi bersih-bersih itu menjadi bentuk kepedulian bersama dalam menjaga aset publik yang menjadi kebanggaan masyarakat Papua. Ia menegaskan Stadion Lukas Enembe harus dirawat agar tetap dapat dimanfaatkan generasi mendatang.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang ikut terlibat. Bersama Pemerintah Provinsi Papua, kami bergotong royong membersihkan stadion. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak terulang lagi,” katanya.
Hamadi juga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas seluruh pelaku kerusuhan. Ia menyebut polisi telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam aksi perusakan, namun proses hukum harus tetap berjalan sesuai dampak kerugian yang ditimbulkan.
“Kami meminta aparat penegak hukum menindak tegas setiap pelaku pengrusakan. Semua tindakan yang merugikan masyarakat dan fasilitas umum harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, Yeri Hamadi turut menyoroti pengibaran bendera Bintang Kejora di kawasan stadion saat kerusuhan berlangsung. Ia meminta masyarakat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik baru.
Ia menilai kerusuhan tersebut tidak hanya merusak fasilitas stadion, tetapi juga berpotensi merugikan Persipura Jayapura akibat kemungkinan sanksi dari penyelenggara kompetisi sepak bola nasional.
“Stadion ini kebanggaan masyarakat Papua. Karena itu semua pihak harus ikut menjaga agar fasilitas ini tetap bisa digunakan sekarang maupun di masa mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD BMP Provinsi Papua, Paul Ohee, berharap pemerintah segera mencari solusi atas kerugian yang dialami masyarakat akibat insiden tersebut.
“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah agar kerugian masyarakat bisa mendapat perhatian dan solusi,” katanya.
Ohee juga mengimbau warga yang kehilangan kendaraan roda dua maupun roda empat saat kerusuhan segera melapor ke Polres Jayapura dengan membawa dokumen kepemilikan kendaraan.
“Bagi masyarakat yang kehilangan kendaraan, silakan melapor ke Polres Jayapura dengan membawa BPKB atau dokumen kepemilikan agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Aksi kerja bakti tersebut menjadi simbol kolaborasi organisasi masyarakat, komunitas lokal, dan pemerintah dalam menjaga fasilitas publik sekaligus membangun kesadaran bersama untuk merawat aset daerah di Papua.
Laporan: M. Irfan

















