BDC Persipura Tegas Bantah Terlibat Kerusuhan Stadion Lukas Enembe, Desak PSSI Evaluasi Wasit Asal Uzbekistan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak dukungan Black Danger community (BDC) di tribun stadion Lukas Enembe, kampung harapan, Distrik Sentani Timur. 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Ketua Umum Black Danger Community (BDC) Persipura, John Ungirwallu, menegaskan bahwa organisasinya sama sekali tidak terlibat dalam kericuhan yang terjadi usai laga play-off promosi Liga 2 Pegadaian musim 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua.

banner 325x300

Dalam pernyataan sikapnya, BDC menegaskan bahwa komunitas suporter tersebut justru selama ini berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan pertandingan Persipura sepanjang musim kompetisi 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe.

Menurut John Ungirwallu, Persipura Jayapura merupakan simbol harkat dan martabat masyarakat Papua sehingga seluruh elemen suporter resmi memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik klub kebanggaan Tanah Papua tersebut.

“BDC Persipura secara organisasi tidak pernah merencanakan ataupun terlibat dalam tindakan anarkis yang merugikan Persipura. Tugas kami adalah memberikan dukungan penuh kepada tim selama pertandingan berlangsung,” tegas John.

BDC juga menyampaikan rasa prihatin terhadap para korban dan keluarga yang terdampak dalam insiden tersebut. Mereka sekaligus mengutuk keras oknum-oknum yang dinilai memicu kerusuhan dan tidak menjunjung tinggi sportivitas dalam pertandingan.

Selain itu, BDC mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan mengungkap dalang di balik kericuhan tersebut serta memproses seluruh pihak yang terlibat sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Tampak John Ungriwallu bersama Jansen Karet Ketua Black Danger Community (BDC) ketika jumpa pers, (15/9/25)
Tampak John Ungriwallu bersama Jansen Karet Ketua Black Danger Community (BDC) ketika jumpa pers, (15/9/25)

Baca juga: Pemprov Papua Tancap Gas Pulihkan Stadion Lukas Enembe, Kerusakan Pascakerusuhan Mulai Didata

Dalam pernyataannya, BDC turut memberikan dukungan penuh kepada Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan, bersama tim hukum klub dalam upaya mengajukan banding terhadap keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

BDC juga meminta PSSI agar tidak hanya berfokus pada kerusuhan yang terjadi, tetapi turut mengevaluasi kepemimpinan wasit Asker Nadjafaliev asal Uzbekistan yang dinilai tidak fair play selama pertandingan berlangsung.

Menurut mereka, sejumlah pelanggaran yang diabaikan wasit memicu kekecewaan dan kemarahan para pendukung Persipura yang hadir di Stadion Lukas Enembe.

Karena itu, BDC meminta Komdis PSSI dapat mempertimbangkan dan meringankan sanksi terhadap Persipura Jayapura dengan melihat faktor kepemimpinan wasit yang dianggap kontroversial dalam laga tersebut.

John Ungirwallu kembali menegaskan bahwa BDC bersama empat elemen suporter resmi Persipura tidak memiliki keterlibatan ataupun rencana apa pun terkait kerusuhan tersebut.

“Pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus klarifikasi kepada manajemen Persipura, Komdis PSSI, dan seluruh masyarakat Papua,” ujarnya.

Laporan: Roy Hamadi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *