Yan Mandenas Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum dari Unpad, Disertasinya Soroti Masa Depan Otsus Papua

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si., Anggota DPR-RI Fraksi Gerindra, Dapil Papua, di sela ujian promosi doktoral, di Fakultas Ilmu Hukum, Universitas Padjadjaran Bandung, Jumat (14/8). 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.comYan Permenas Mandenas (YPM) resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, setelah berhasil menyelesaikan Ujian Promosi Doktor di Fakultas Hukum Program Studi Doktor Ilmu Hukum, Jumat (14/8/2026).

banner 325x300

Dalam sidang tersebut, politisi Partai Gerindra sekaligus anggota DPR RI itu mempertahankan disertasinya berjudul “Politik Hukum Otonomi Khusus Papua dan Dampak Implementasinya terhadap Kesejahteraan Masyarakat Papua.” Yan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Disertasinya mengkaji perjalanan kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, mulai dari sejarah, implementasi, evaluasi, hingga menawarkan konsep baru yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan Otsus ke depan.

Salah satu gagasan yang ditawarkan Yan dalam penelitian tersebut adalah konsep collaborative governance welfare, yang menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Usai menjalani sidang promosi, Yan menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan-Nya sehingga seluruh rangkaian pendidikan doktoral dapat diselesaikan.

“Capaian ini menjadi sebuah momentum yang sangat berarti dalam perjalanan akademik dan kehidupan saya. Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat kasih dan penyertaan-Nya, saya bisa menyelesaikan program doktor ini,” ujar YPM.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Hukum dan Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran, para dosen, serta tim pembimbing yang telah memberikan ilmu, arahan dan pendampingan selama proses penyusunan disertasi hingga pelaksanaan ujian promosi.

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para tamu undangan, pejabat, rekan kerja dan sahabat yang memberikan dukungan, baik secara langsung maupun mengikuti prosesi secara daring.

Baca juga: Tak Sekadar Berkunjung, Yan Mandenas Serahkan Bantuan Ibadah, Olahraga dan Musik untuk Warga Binaan

Secara khusus, Yan mengapresiasi kehadiran Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, S.E., yang disebutnya sebagai sahabat, serta Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos., yang ia hormati sebagai sosok kakak.

“Kehadiran dan dukungan mereka menjadi penyemangat yang sangat berarti bagi saya dalam momentum penting ini,” katanya.

Yan juga memberikan penghargaan kepada keluarga, terutama istri, anak-anak dan orang tua yang selama ini menjadi sumber kekuatan dalam menjalani proses pendidikan doktoral.

“Terima kasih kepada istri dan anak-anak saya, orang tua, rekan kerja, teman-teman, para penguji dan dosen pembimbing saya. Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua yang menolong dan membantu saya dari awal hingga akhir,” ungkapnya.

Menurut Yan, gelar doktor yang diperolehnya bukan sekadar pencapaian akademik pribadi, tetapi harus menjadi bagian dari pengabdian yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Papua, bangsa dan negara.

“Semoga gelar dan ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara, serta menjadi bagian dari pengabdian yang lebih luas di masa mendatang,” tuturnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unpad dapat turut memperkuat kontribusinya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Papua, khususnya melalui pemikiran dan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan.

“Kiranya Tuhan Yesus Kristus membalas semua kebaikan dan dukungan yang telah diberikan,” pungkasnya.

Dengan selesainya Ujian Promosi Doktor tersebut, Yan Permenas Mandenas memasuki babak baru dalam perjalanan akademik dan pengabdiannya. Gelar doktor Ilmu Hukum dari Universitas Padjadjaran sekaligus memperkuat kapasitas akademiknya dalam mengkaji berbagai persoalan hukum dan kebijakan, terutama yang berkaitan dengan Otonomi Khusus dan masa depan pembangunan Papua.

Laporan: Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *