Foto: Irfan | Tampak ratusan personel gabungan TNI-Polri disiagakan mengamankan demontrasi KNPB di Jayapura.
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Sekitar 750 personel gabungan TNI dan Polri disiagakan untuk mengamankan pelaksanaan aksi demonstrasi di wilayah Jayapura, Papua, Sabtu (15/8/2026).
Ratusan personel tersebut ditempatkan pada 10 titik pengamanan yang tersebar di sejumlah lokasi. Pengamanan melibatkan unsur TNI dari Kodim, Yonif 751, Yonif 810, serta dukungan personel TNI Angkatan Udara.
Sementara dari unsur kepolisian, pengamanan diperkuat personel Satuan Brimob Polda Papua. Satuan Polisi Pamong Praja juga turut dilibatkan dalam menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
“Total keseluruhannya kami tambah sekitar 750 personel. Itu sudah didukung semuanya dari TNI-Polri,” kata salah seorang pejabat yang terlibat dalam pengamanan aksi, Sabtu (15/8/2026).
Ia menegaskan, aparat keamanan mengedepankan pendekatan persuasif dan berharap aksi dapat berlangsung aman serta damai tanpa terjadi bentrokan.
“Kita mengharapkan agar demo ini secara damai, tidak ada bentrok, tidak ada apa-apa,” ujarnya.
Selain menjaga keamanan, aparat juga memberikan ruang kepada massa aksi untuk menjalankan agenda yang telah disampaikan sebelumnya. Termasuk rencana peserta aksi untuk melaksanakan ibadah di Pos 7.
Baca juga: OK Imbau Warga Jaga Keamanan dan Kedamaian Jelang Aksi Demo KNPB
Menurutnya, pihak keamanan telah memfasilitasi rencana tersebut agar kegiatan ibadah dapat berlangsung dengan tertib dan aman.
“Kita fasilitasi, karena tadi mereka izinnya mau naik beribadah di Pos 7,” katanya.
Jumlah titik pengamanan juga mengalami penambahan dari sebelumnya sembilan menjadi 10 titik. Namun, lokasi detail setiap titik tidak disampaikan kepada publik karena berkaitan dengan strategi pengamanan.
“10 titik. Tidak mungkin saya menyampaikan titik, intinya ada 10 titik. Kemarin sembilan titik, sekarang saya jadikan 10 titik,” ujarnya.
Pengerahan personel gabungan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.
Aparat keamanan mengimbau peserta aksi dan masyarakat agar tetap tertib, menghormati aturan, serta menghindari tindakan provokatif yang berpotensi memicu terjadinya bentrokan.
Laporan: M. Irfan


















