Foto: istimewa | Tampak Presiden H. Prabowo Subianto, memberi hormat dalam sidang tahunan di hadapan para anggota MPR, DPR dan DPD-RI, di Senayan, Jumat (14/8).
Jakarta, jurnalmamberamofoja.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam agenda kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan pemerintahan sekaligus memaparkan berbagai capaian serta arah kebijakan nasional di tengah upaya pemerintah memperkuat fondasi pembangunan Indonesia.
Mengawali pidatonya, Prabowo kembali mengingat sumpah yang diucapkannya saat dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024 di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.
Menurut Presiden, sumpah tersebut menjadi landasan moral dan konstitusional dalam menjalankan amanah sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.
Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjalankan mandat tersebut dengan penuh ketulusan dan kejujuran serta menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan pemerintah.

Baca juga: Prabowo di Satu Tahun Kabinet Merah Putih: “Keringat Kita Tak Sia-Sia, Rakyat Sudah Merasakannya”
Dalam pidatonya, Presiden juga memaparkan sejumlah capaian pemerintah selama masa kepemimpinannya.
Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain penguatan kemandirian pangan dan energi, restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan pelayanan kesehatan.
Presiden menegaskan berbagai kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penguatan sektor pangan dan energi, kata Prabowo, menjadi bagian penting dari upaya membangun Indonesia yang lebih mandiri dan tidak mudah bergantung pada kondisi eksternal.
Sementara itu, pembenahan BUMN dan peningkatan investasi diarahkan untuk memperkuat perekonomian nasional, membuka peluang pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan daya saing Indonesia.
Di sektor kesehatan, pemerintah terus mendorong penguatan layanan dan akses masyarakat sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Pidato kenegaraan Presiden Prabowo tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan kenegaraan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Melalui pidato tersebut, pemerintah tidak hanya menyampaikan capaian yang telah diraih, tetapi juga menegaskan arah pembangunan nasional untuk membawa Indonesia menuju negara yang semakin mandiri, kuat, sejahtera, dan berdaya saing.
Laporan: Sony Rumainum | BPMI Setpres


















