Tiga Warga Sipil Dilaporkan Tertembak di Aifat, Maybrat, Evakuasi Dilakukan Sehari Kemudian

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Warga mendatangi Polres Maybrat untuk mengadukan insiden penembakan yang terjadi pada Kampung Ainot, hingga mengakibatkan 3 orang korban luka, Jumat (14/8). 

Maybrat, jurnalmamberamofoja.com — Tiga warga sipil dilaporkan mengalami luka akibat insiden penembakan yang terjadi di Kampung Ainot, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIT.

banner 325x300

Berdasarkan informasi awal dan keterangan saksi yang diterima, peristiwa tersebut terjadi di sebuah pondok atau tenda yang biasa digunakan warga untuk beristirahat setelah melakukan aktivitas berkebun serta menokok atau memangkur sagu.

Saksi menyebutkan, saat kondisi mulai gelap, lebih dari 20 orang yang disebut sebagai anggota Satgas BKO TNI mendatangi lokasi dengan menggunakan senter. Tidak lama kemudian, terdengar suara tembakan yang diarahkan ke sekitar pondok tempat warga berada.

Situasi tersebut membuat warga panik dan berhamburan mencari tempat aman. Dalam insiden itu, tiga warga dilaporkan mengalami luka akibat tembakan.

Karena kejadian berlangsung pada malam hari dan lokasi berada cukup jauh dari pusat Distrik Aifat, proses evakuasi terhadap para korban baru dilakukan pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul
06.00 WIT.

Para korban kemudian dibawa menuju kampung untuk mendapatkan penanganan sekaligus melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah setempat dan pihak berwenang.

Informasi mengenai insiden tersebut kemudian memicu keresahan di tengah masyarakat. Sejumlah warga dilaporkan mendatangi Polres Maybrat di Kumurkek untuk meminta penjelasan serta penanganan terhadap dugaan penembakan tersebut.

Baca juga: TPNPB Kembali Desak Dialog Internasional Usai Klaim Penembakan Pilot dan Pembakaran Pesawat di Yahukimo

Protes warga Maybrat atas insiden penembakan
Protes warga Maybrat atas insiden penembakan

 

Tiga Warga Dilaporkan Menjadi Korban

Berdasarkan informasi awal yang diterima, tiga warga yang dilaporkan menjadi korban yakni:

1. Selviana Sorry, perempuan dewasa.
2. Ana Fatie, perempuan dewasa.
3. Silvester Assem, laki-laki dewasa.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, kondisi terkini para korban, kronologi lengkap kejadian, serta pihak yang bertanggung jawab masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Dugaan keterlibatan personel TNI sebagaimana disampaikan dalam keterangan saksi juga perlu dikonfirmasi kepada pihak TNI serta ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan untuk memastikan fakta sebenarnya di lapangan.

Dorong Penyelidikan Transparan

Insiden tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga HAM, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat sipil, maupun pihak independen.

Pemantauan terhadap situasi keamanan di Distrik Aifat juga dinilai penting untuk memastikan keselamatan masyarakat serta mencegah terjadinya ketegangan lanjutan.

Masyarakat berharap para korban mendapatkan perawatan dan perlindungan yang memadai. Selain itu, dugaan penggunaan kekuatan bersenjata terhadap warga sipil diharapkan dapat diselidiki secara transparan, objektif, dan akuntabel.

Laporan: Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *