Foto: Willy | Tampak Pertemuan bersama Kapolres Mamberamo Raya AKBP. Arifin dan Pabung 1712 Sarmi, Mayor Musa Siep menggelar pertemuan dengan pimpinan Distrik dan Kampung di Kasonaweja, Selasa (8/7).
Kasonaweja, Jurnal Mamberamo Foja – Menyambut pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua yang dijadwalkan pada 6 Agustus 2025, Kapolres Mamberamo Raya AKBP Arifin bersama Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1712/Sarmi untuk wilayah Mamberamo Raya, Mayor Musa Siep, menggelar pertemuan tatap muka bersama para Kepala Distrik dan Kepala Kampung se-Kabupaten Mamberamo Raya, Selasa (8/7).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Distrik Mamberamo Tengah di Kasonaweja ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan pemangku kepemimpinan wilayah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang hari pemungutan suara ulang.

Dalam sambutannya, Kapolres AKBP Arifin menegaskan bahwa kepala distrik dan kepala kampung merupakan garda terdepan dalam menjaga ketenangan wilayah. Ia mengajak semua pihak untuk berperan aktif mencegah provokasi dan memastikan proses demokrasi berjalan damai dan tertib.
“Kami butuh dukungan dari semua pemangku kepentingan di tingkat bawah. Jangan biarkan ada yang memecah belah persatuan hanya karena perbedaan pilihan politik. PSU ini harus kita kawal bersama agar berjalan jujur, adil, dan damai demi masa depan Papua,” ujar Kapolres.
Ia juga mengingatkan bahwa pihak kepolisian tidak akan ragu menindak tegas siapapun yang mencoba mengganggu jalannya pesta demokrasi.
“Kalau ada pihak yang ingin merusak suasana, memprovokasi masyarakat atau menimbulkan kericuhan, kami akan bertindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

TNI Tegaskan Netralitas dan Dorong Peran Aktif Masyarakat
Senada dengan Kapolres, Pabung Kodim 1712/Sarmi Mayor Musa Siep juga menegaskan pentingnya menjaga netralitas selama pelaksanaan PSU. Ia mengajak masyarakat untuk tetap bersatu dan tidak mudah terpecah karena perbedaan pilihan.
“TNI tetap netral dalam setiap proses politik. Kami berharap masyarakat tetap menjaga suasana sejuk, saling menghormati perbedaan, dan mengutamakan persatuan,” ujarnya.
Pertemuan ini sekaligus menjadi forum koordinasi terkait potensi kerawanan yang mungkin muncul saat PSU, termasuk strategi pencegahan konflik, pengamanan logistik, hingga kesiapsiagaan aparat kampung dan distrik selama proses berlangsung.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para kepala distrik dan kepala kampung yang hadir. Mereka menyambut baik forum dialog ini karena dapat menyampaikan langsung aspirasi, kekhawatiran, dan saran kepada aparat keamanan demi menciptakan situasi yang kondusif di seluruh wilayah Mamberamo Raya.
Laporan: Willy Awek
















