Halal Bihalal Kemenag Jayapura, Wabup Haris Yocku Serukan Jaga Toleransi dan Persatuan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Suasana Halal Bihalal Keluarga Besar Kemenag Kabupaten Jayapura tampak Wakil Bupati Haris Richard S. Yocku ikut foto bersama usai giat, di Masjid Agung Al Aqsha, Sentani, Kamis (16/4/2026).

Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Momentum Halal Bihalal yang digelar Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayapura menjadi ruang penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat.

banner 325x300

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Masjid Agung Al Aqsha, Kota Sentani, Kamis (16/4/2026) itu dihadiri Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, bersama jajaran pemerintah, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Haris Yocku menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum strategis untuk memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

“Halal bihalal ini penting sebagai ajang saling memaafkan. Namun yang paling utama adalah bagaimana kita menjaga keutuhan, toleransi, dan kebersamaan demi kemajuan daerah,” ujarnya.

Wabup Jayapura Haris Yocku, SH., ketika menyampaikan sambutan
Wabup Haris Yocku, SH., ketika menyampaikan sambutan

Ia juga mengapresiasi Kemenag Kabupaten Jayapura yang telah menghadirkan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, hingga para pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, Kabupaten Jayapura merupakan rumah bersama yang harus dijaga secara kolektif oleh seluruh elemen masyarakat.

“Daerah ini milik kita bersama. Karena itu, semua pihak punya tanggung jawab untuk merawat dan menjaga agar tetap harmonis dan terus berkembang,” tegasnya.

Baca juga: Merawat Kerukunan, Kemenag Jayapura Gelar Halal Bihalal dan Resmikan Gedung Baru

Lebih lanjut, Haris Yocku menjelaskan bahwa kepemimpinannya bersama Bupati Jayapura mengusung nilai “kasih mempersatukan perbedaan” sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Nilai tersebut, kata dia, menjadi kekuatan dalam membangun hubungan sosial yang harmonis sekaligus menjadi solusi dalam menghadapi berbagai persoalan daerah.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama di tengah kemajemukan yang ada.

“Perbedaan itu hal yang wajar. Agama boleh berbeda, keyakinan boleh berbeda, tetapi kita tetap satu dalam kebersamaan. Itu yang harus kita jaga,”
katanya.

Menurutnya, Papua selama ini dikenal sebagai contoh nyata kehidupan toleransi, di mana umat beragama hidup berdampingan dengan damai.

“Kita bisa lihat gereja dan masjid berdiri berdampingan. Saat satu beribadah, yang lain ikut menjaga. Ini nilai yang harus terus kita pertahankan,” ungkapnya.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan, ia menegaskan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.

“Kami butuh dukungan semua pihak. Dengan kebersamaan dan semangat kasih, setiap persoalan pasti bisa diselesaikan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayapura, Steven A. Wonmaly, mengatakan Halal Bihalal menjadi sarana memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan moderasi beragama di tengah masyarakat.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mempertemukan kita semua dalam kebersamaan dan mempererat hubungan antar sesama,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa moderasi beragama merupakan kunci dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

“Dengan sikap saling menghargai dan memahami perbedaan, kita bisa mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis,” katanya.

Melalui momentum tersebut, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga nilai toleransi, memperkuat persatuan, dan membangun kepercayaan demi terciptanya kehidupan sosial yang aman dan harmonis di Kabupaten Jayapura.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *