Foto: istimewa | Nampak Sekretaris Bappeda Mamberamo Raya Nelius Awaki bersama staf dan para kepala Distrik serta kampung

Burmeso, jurnalmamberamofoja.com — Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Sosialisasi Sistem Informasi Orang Asli Papua (SIO Papua) sebagai langkah memperkuat integrasi data kampung melalui program Mamberamo Satu Data (MASADA).
Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama Bappeda Kabupaten Mamberamo Raya dan SKALA Papua, serta melibatkan para kepala distrik, kepala kampung, dan kader kampung sebagai garda terdepan pengelolaan data di wilayah kampung.
Baca juga: Musrenbang RPJMD 2025–2029 Dibuka Wabup Keven Totouw, Tegaskan Pembangunan Harus Terukur dan Inklusif

Sekretaris Bappeda Kabupaten Mamberamo Raya, Nelius Awaki, S.E., dalam sambutan dan arahannya menegaskan pentingnya pengelolaan data Orang Asli Papua (OAP) yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.
“SIO Papua menjadi instrumen penting untuk memastikan data masyarakat adat, khususnya Orang Asli Papua, tercatat dengan baik dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, integrasi data kampung melalui program MASADA diharapkan mampu menyatukan berbagai sumber data yang selama ini tersebar, sehingga perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Baca juga:Â Musrenbang RKPD 2026 di Mamberamo Raya: Fokus pada Pembangunan Infrastruktur dan Layanan Dasar
Kegiatan sosialisasi ini juga merupakan bagian dari implementasi Aksi Proyek Perubahan dalam rangka Diklat Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2025 yang dilaksanakan di BPSDA Papua.
Melalui inovasi tersebut, Bappeda Mamberamo Raya berupaya mendorong perubahan tata kelola data yang lebih modern, transparan, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat kampung.
Laporan: Roy









