Foto: Willy | Wakil Bupati Mamberamo Raya Keven Totouw, S.IP, bersama Waket I DPRK Dony Pateh, Kepala Bappeda Frengky Lilihata, menabuh tifa bersama buka Musrembang RPJMD Mamberamo Raya, di Aula kantor BAPPEDA, di Burmeso, Jumat (22/8).
Burmeso, Jurnal Mamberamo Foja – Wakil Bupati Mamberamo Raya, Kevin Totouw, S.IP, membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kabupaten Mamberamo Raya Tahun 2025–2029 yang berlangsung di Aula Bappeda, Burmeso, Jumat (22/8).
Musrenbang ini mempertemukan pemerintah daerah, DPRK, Forkopimda, akademisi, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, hingga organisasi sipil. Forum ini menjadi wadah penyatuan visi pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Wabup Kevin Totouw menegaskan Musrenbang RPJMD bukan sekadar formalitas, melainkan arah nyata pembangunan yang transparan, partisipatif, dan berpihak pada rakyat.
“RPJMD ini adalah pedoman bersama. Semua pihak wajib memberi masukan yang konstruktif agar pembangunan terukur dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Jangan ada program setengah jalan, semuanya harus menyentuh langsung kehidupan rakyat Mamberamo Raya,” tegasnya.
Kevin menambahkan, pembangunan lima tahun ke depan harus menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM, infrastruktur dasar, dan ekonomi berbasis potensi lokal. Prinsip pemerataan, katanya, menjadi kunci agar manfaat pembangunan dirasakan hingga ke distrik dan kampung.
Baca juga: Bupati Roby Serahkan Rp300 Juta untuk Pembangunan Gereja GKI Pniel Mantabori
Ia juga menekankan agar RPJMD selaras dengan arah kebijakan provinsi dan nasional. “Kita harus pastikan program pembangunan Mamberamo Raya terhubung dengan kebijakan Papua dan pusat, supaya dukungan program dan pembiayaan lebih maksimal,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musrenbang, Dance Maran, S.Pi, dalam laporannya menyebut forum ini merupakan tahapan penting sebelum RPJMD ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). “Musrenbang ini bertujuan menyempurnakan rancangan RPJMD menjadi dokumen final yang disepakati bersama DPRK,” ujarnya.
Kepala Bappeda Mamberamo Raya, Frengky Lilihata, dalam paparannya menegaskan arah kebijakan RPJMD 2025–2029 berfokus pada SDM, lingkungan hidup, infrastruktur dasar, ekonomi, tata kelola, dan budaya.

Enam misi utama yang diusung yakni:
1. Membangun Mamberamo Raya lebih maju melalui SDM dan SDA.
2. Meningkatkan layanan kesehatan yang tepat sasaran.
3. Mempercepat pembangunan infrastruktur hingga pelosok kampung.
4. Mewujudkan masyarakat yang berkecukupan melalui pemberdayaan kampung.
5. Mendorong kemandirian lewat peran adat, agama, dan individu.
6. Menghadirkan keadilan dengan mengangkat nilai budaya dan spiritual.
Musrenbang RPJMD ini juga menghadirkan pemateri dari Dirjen Pembangunan Daerah dan Bappeda Provinsi Papua melalui sambungan daring.
Baca juga: GKI Elim Poiwai Terima Rp300 Juta, Bupati Roby: “Gereja dan Pemerintah Harus Jalan Bersama”
Dengan forum ini, Pemkab Mamberamo Raya menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. RPJMD 2025–2029 diharapkan bukan hanya menjadi dokumen teknis, tetapi juga kontrak sosial antara pemerintah dan rakyat.

Laporan: Willy Awek

















