Foto: istimewa / Tampak Bupati dan Wakapolres Mambra berikan arahan kepada casis di Mapolres
Burmeso, Jurnal Mamberamo Foja – Bupati Mamberamo Raya, Robby Wilson Rumansara, SP., MH, mengapresiasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya Polda Papua, yang kembali memberikan kesempatan bagi anak-anak asli Mamberamo Raya untuk mengikuti seleksi Tamtama dan Bintara Polri tahun 2025.
Dalam keterangannya usai berikan arahan kepada para peserta calon siswa (casis) Polri di Mapolres pada Kamis (13/3), Bupati Rumansara menegaskan bahwa penerimaan ini mengikuti persyaratan yang telah ditetapkan kepolisian.
Seleksi kali ini berskala nasional, berbeda dari rekrutmen sebelumnya seperti Bintara Noken atau Otonomi Khusus (Otsus), sehingga anak-anak asli Papua dan non-Papua harus bersaing secara ketat tanpa adanya keberpihakan khusus.
Dukungan Pemda Mamberamo Raya
Sebagai kepala daerah, Bupati Rumansara menegaskan komitmennya untuk mendukung proses seleksi ini agar lebih banyak anak Mamberamo diterima sebagai anggota Polri. Ia berharap masyarakat tidak hanya berorientasi pada profesi sebagai pegawai negeri, tetapi juga mempertimbangkan karir di kepolisian.
“Kalau nanti ada kesempatan di TNI, tentu kita juga akan mendukung. Pemerintah daerah akan memberikan perhatian, termasuk dukungan finansial dari APBD, meskipun terbatas karena kebijakan efisiensi anggaran,” ujarnya.
Bupati juga menekankan agar kepolisian tetap memberikan perhatian khusus bagi anak-anak asli Papua, terutama dari Mamberamo Raya, yang memenuhi syarat seleksi. Ia turut menyaksikan langsung proses pemeriksaan administrasi awal di Burmeso dan melihat bahwa mayoritas peserta seleksi adalah anak asli daerah.
Harapan bagi Calon Siswa dan Keluarga
Terkait seleksi di Polda Papua di Jayapura, Bupati Rumansara mengingatkan bahwa proses ini tidak mudah dan kuota penerimaan sangat terbatas. Ia meminta para orang tua untuk menahan diri jika nantinya ada anak-anak yang tidak lolos seleksi.
“Jika ada yang tidak memenuhi syarat dan dinyatakan tidak bisa lanjut, jangan sampai ada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sebaliknya, mari kita dorong mereka untuk mempersiapkan diri lebih baik agar bisa mencoba lagi di kesempatan berikutnya,” pesannya.
Bupati juga meyakini bahwa kepolisian akan memberikan perhatian kepada peserta yang sudah beberapa kali mengikuti seleksi. “Kalau ada anak yang sudah mencoba tiga hingga empat kali dan menunjukkan keseriusan, tentu ada kemungkinan untuk mendapatkan kemudahan dalam seleksi berikutnya,” tambahnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan kegagalan sebagai motivasi, bukan sebagai alasan untuk melakukan tindakan yang tidak menguntungkan. “Kegagalan hari ini bukan berarti tidak bisa berhasil, tetapi hanya keberhasilan yang tertunda. Yang penting adalah evaluasi dan persiapan yang lebih baik ke depannya,” tegasnya.
Panitia Seleksi: Ikuti Aturan yang Berlaku
Di tempat yang sama, Wakapolres Mamberamo Raya, Kompol Errol Sudrajat, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan sesuai dengan arahan dan petunjuk dari Polda Papua.
“Kami mengikuti aturan yang sudah ditetapkan, termasuk syarat usia, tinggi badan, dan berat badan. Kami harap calon siswa mematuhi semua ketentuan ini agar bisa bersaing dengan baik di tahap seleksi berikutnya di Jayapura,” ujarnya.
Kompol Sudrajat juga mengingatkan agar tidak ada intervensi atau kebijakan lain yang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. “Mari kita dukung bersama agar calon siswa yang lolos di sini bisa melanjutkan seleksi dengan baik,” pungkasnya.
Untuk diketahui, hadir dalam proses pemeriksaan administrasi awal di Mapolres Mamberamo raya di Burmeso yakni Bupati Robby Rumansara, Sekretaris Daerah Sergius Doromi, Sekretaris KNPI Jhon Kalfin Maitindom, serta ketua Dewan Adat Mamberamo Albert Bilasi dan Wakapolres Errol Sudrajat mewakili Kapolres.
Laporan: Roy

















