Foto: istimewa | Tampak Bupati Robby Rumansara, SP., MH., bersama kepala BKPSDM Papua Emanuel Korey, S.Sos., M.Si., dan Plt Sekda, Frangky Lilihata, ST.,M.Si., dan Kapolres AKBP. Arifin ketika mengikuti penutupan diklat prajabatan di Burmeso, Sabtu (18/4).
Burmeso, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya resmi menutup kegiatan Diklat Prajabatan CPNS dan orientasi PPPK serta THK2 formasi 2021 yang berlangsung selama tujuh hari di Burmeso, Sabtu (18/4/2026).
Penutupan dilakukan langsung oleh Bupati Mamberamo Raya, Robby Rumansara, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa kelulusan 493 peserta bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai aparatur sipil negara (ASN).
“Ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal pengabdian. Saudara-saudara sekarang dituntut untuk bekerja, melayani, dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya
disiplin, komitmen, dan tanggung jawab sebagai ASN. Ia bahkan mengingatkan bahwa pemerintah daerah tidak akan mentolerir pegawai yang tidak aktif bekerja namun tetap menerima gaji.
“Kami sudah rapat dan akan menertibkan ASN yang tidak aktif. Akan ada surat panggilan hingga sanksi tegas. Jangan sampai APBD terbebani oleh pegawai yang tidak bekerja,” ujarnya.

Baca juga: Prajabatan Perdana di Burmeso, Bupati Robby: ASN Harus Setia Mengabdi
Robby menegaskan bahwa ASN memiliki peran
strategis dalam mendukung jalannya pemerintahan. Ia menyebut, keberhasilan kepala daerah tidak akan tercapai tanpa dukungan penuh dari aparatur.
“Kehebatan kepala daerah tidak berarti tanpa ASN. Kalian adalah motor penggerak pembangunan,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran ASN dalam memerangi berbagai persoalan daerah, seperti kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan.
“Kalau aparat keamanan memegang senjata, maka ASN harus berjuang lewat pelayanan. Itu tugas mulia kalian,” tambahnya.
Meski pelaksanaan diklat berlangsung dalam keterbatasan sarana dan prasarana akibat efisiensi anggaran, Bupati tetap memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan peserta.
“Dengan segala keterbatasan, kita tetap bisa menyelesaikan ini dengan baik. Semua peserta lulus, ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Peran BPSDM: Nilai Dasar ASN Jadi Fondasi
Di tempat yang sama, Kepala BPSDM Provinsi Papua, Emanuel Korey, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah dibekali dengan nilai-nilai dasar ASN selama mengikuti pelatihan.
Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga membentuk pemahaman peserta terhadap tugas dan fungsi sebagai pelayan publik.
“Selama prajabatan, peserta sudah menerima materi tentang nilai-nilai ASN, etika kerja, serta tanggung jawab dalam melayani masyarakat. Ini menjadi fondasi penting sebelum mereka terjun ke dunia kerja,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh proses pelatihan berjalan dengan baik dan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Prajabatan kategori dua CPNS dan PPPK ini terlaksana dengan baik hingga penutupan hari ini. Sertifikat peserta juga sudah selesai dan akan segera diserahkan kepada BKPSDM Kabupaten Mamberamo Raya untuk dibagikan,” tambahnya.
Baca juga: 493 ASN Mamberamo Raya Ikuti Diklat Prajabatan, Ditekankan Disiplin dan Profesionalisme

Suara Peserta: Dari Honorer ke ASN, Momentum Bangkit
Sementara itu, perwakilan peserta, Markus Naftali Meop, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah daerah atas pelaksanaan diklat yang dinilai sangat bermanfaat.
Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar peserta merupakan tenaga honorer yang telah lama mengabdi, sehingga pelatihan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan karier mereka.
“Kami sangat bersyukur. Selama ini kami sudah lama mengabdi sebagai honorer, dan melalui prajabatan ini kami mendapat ilmu yang sangat berharga,” ujarnya.
Menurut Markus, materi yang diberikan selama pelatihan menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai ASN ke depan.
“Ini bukan hanya pelatihan, tetapi pedoman bagi kami untuk bekerja dan membangun Mamberamo Raya dengan lebih baik,” katanya.
Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dan tetap menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat.
Transformasi Peserta Jadi Sorotan
Bupati juga sempat menyoroti perubahan sikap peserta selama mengikuti pelatihan. Ia menilai, terjadi peningkatan signifikan dalam hal kedisiplinan dan kepercayaan diri.
“Waktu pembukaan, laporan ketua kelas masih terdengar ragu. Tapi saat penutupan, penyampaiannya tegas dan penuh percaya diri. Ini perubahan yang luar biasa,” ungkapnya.
Perubahan tersebut, menurutnya, tidak lepas dari peran pelatih, termasuk dukungan dari Brimob Polda Papua yang turut memberikan pembinaan disiplin.
Harapan ke Depan
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Bupati berharap seluruh peserta dapat terus meningkatkan kapasitas diri, bekerja sesuai regulasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa ASN, baik PNS maupun PPPK, memiliki tanggung jawab yang sama dalam memajukan daerah.
“Saudara-saudara adalah bagian dari mesin pemerintahan. Di pundak kalian ada harapan besar masyarakat Mamberamo Raya,” tegasnya.
Diketahui, Diklat Prajabatan ini diikuti oleh 493 peserta CPNS, PPPK, dan THK2 formasi 2021, yang berlangsung selama tujuh hari sejak 10 April 2026 di Burmeso.
Dengan resmi ditutupnya kegiatan ini, para peserta kini bersiap memasuki dunia kerja sebagai ASN yang diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi Kabupaten Mamberamo Raya.
Laporan: Roy Hamadi

















