Usai Kunker, Bupati YW: “Mereka Menangis, Terlalu Lama Terlupakan”

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, SH., MH., ketika diwawancarai usai Apel pagi, Senin (14/7).

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., mengungkapkan keprihatinan mendalam usai melakukan kunjungan kerja selama dua hari ke Distrik Kaureh dan Distrik Unurum Guay, dua wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sarmi dan Mamberamo Raya.

banner 325x300

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Jumat (11/7) hingga Sabtu (12/7), Bupati Yunus turun langsung meninjau kondisi jalan, pelayanan kesehatan, sekolah, air bersih, serta bertemu dan berdialog dengan warga. Ia didampingi Asisten I dan III serta sejumlah kepala OPD terkait, termasuk Kepala Bappeda, Plt Kepala Dinas PU, Dinkes, DP2KP, Kominfo, Pendidikan, dan BPKAD.

“Saya disambut dengan air mata. Mereka menangis. Warga merasa seperti terpinggirkan dan dilupakan. Kampung mereka tidak pernah tersentuh pembangunan,” ungkap Yunus Wonda dengan suara berat, usai memimpin Apel Senin di Gunung Merah, Sentani, Senin (14/7).

Menurutnya, situasi di kampung Nandalzi, yang terletak di wilayah Distrik Unurum Guay, menggambarkan betapa tertinggalnya pelayanan pemerintah di kawasan tersebut. Kondisi infrastruktur sangat memprihatinkan, terutama akses jalan yang sulit ditembus.

“Tahun depan kami prioritaskan pembangunan jalan. Tapi jalur yang akan dibuka bukan dari Lereh, karena terlalu sulit. Harus lewat Distrik Yapsi,” jelasnya.

Bupati Yunus menegaskan, kehadiran dirinya bersama rombongan OPD dan keputusannya untuk menginap di sana merupakan bentuk tanggung jawab moral dan keseriusan pemerintah untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat pedalaman.

“Saya ingin OPD dengar langsung jeritan warga. Ada harapan, ada kerinduan panjang yang selama ini tidak pernah tersampaikan. Pemerintah harus hadir dan merespon,” tegasnya.

Dengan kunjungan ini, Pemkab Jayapura berkomitmen menjadikan wilayah-wilayah terjauh sebagai prioritas pembangunan, agar tidak ada lagi kampung yang merasa tertinggal atau dilupakan oleh negara.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *