Turun Langsung, Bupati Jayapura Bongkar Sumbatan Sungai hingga Muara Danau Sentani

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Nampak Bupati Jayapura Yunus Wonda turun langsung pimpin bersih- bersih Kali Jaipuri, Jumat (10/4). 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Bupati Jayapura, Yunus Wonda, turun langsung memimpin kerja bakti massal yang difokuskan pada pembersihan aliran sungai hingga muara Danau Sentani, Jumat (10/4/2026). Aksi ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam merespons ancaman banjir akibat meningkatnya debit air.

banner 325x300

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, jemaat Gereja Kristen Injili (GKI), hingga aparat TNI dan Polri. Seluruh pihak bersinergi membersihkan jalur air yang mengalami penyempitan dan penyumbatan.

“Semua kita libatkan, baik gereja, pemerintah, TNI-Polri, untuk fokus membuka kembali aliran air sampai ke muara,” ujar Wonda di sela kegiatan.

Nampak Bupati Jayapura Yunus Wonda bersama Wakil Bupati Haris Yocku menyusuri kali Jaipuri
Nampak Bupati Jayapura Yunus Wonda bersama Wakil Bupati Haris Yocku menyusuri kali Jaipuri

Baca juga: Jembatan Rusak hingga Ancaman Gelombang Laut, Bupati Yunus Wonda Turun Langsung ke Bukisi

Dari hasil pemantauan di lapangan, ditemukan sejumlah titik krusial yang mengalami penyempitan, terutama di bagian muara. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab terhambatnya aliran air dan meningkatnya risiko banjir di wilayah Sentani.

Wonda menegaskan, penyempitan tersebut tidak lepas dari aktivitas manusia yang mengubah struktur alami sungai. Karena itu, dalam kerja bakti tersebut, ia langsung menginstruksikan pembongkaran pada bagian yang menyempit agar aliran air kembali normal.

“Di muara kita lihat menyempit, langsung kita minta dibongkar. Setelah dibuka, air langsung mengalir deras,” tegasnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Jayapura juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pengerukan di sejumlah titik di pinggiran Danau Sentani, khususnya pada area yang mengalami perubahan pascabanjir besar tahun 2019. Salah satu fokusnya adalah menghilangkan pulau-pulau kecil yang dinilai menghambat aliran air.

“Kita akan keruk titik-titik yang mengganggu aliran, terutama di jalur masuk air ke danau. Sungai dan danau harus dikembalikan seperti semula,” jelasnya.

Wonda optimistis, pembenahan ini akan berdampak langsung pada kelancaran aliran air di kawasan Sentani, bahkan dalam kondisi tanpa hujan sekalipun.

Sebagai langkah berkelanjutan, pemerintah daerah juga berencana mengalokasikan anggaran tahunan untuk melibatkan masyarakat kampung dalam menjaga kebersihan sungai secara rutin.

“Kami akan siapkan anggaran setiap tahun, supaya masyarakat bisa terus terlibat menjaga aliran sungai,” kata Wonda.

Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menekan risiko banjir sekaligus memulihkan fungsi alami sungai dan Danau Sentani.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *