Foto: Willy | Tampak Bandara Kasonaweja Mamberamo Raya yang tertutup rumput tinggi dan menganggu keselamatan penerbangan
Kasonaweja, Jurnal Mamberamo Foja — Maskapai penerbangan perintis Susi Air menghentikan sementara layanan ke Bandara Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, akibat potensi ancaman terhadap keselamatan penerbangan.
Ancaman tersebut berasal dari pertumbuhan rumput liar di sekitar landasan pacu (runway) bandara yang dinilai membahayakan operasi pesawat.
Pertumbuhan rumput liar yang tidak terkendali berisiko menarik hewan liar, termasuk kawanan burung dan ternak, yang dapat menyebabkan bird strike atau gangguan saat pesawat lepas landas dan mendarat.
Selain itu, rumput kering berpotensi menimbulkan kebakaran, seperti insiden di Bandara El Tari Kupang yang sempat mengganggu jadwal penerbangan karena asap tebal.
Dalam rilis yang diterima Jurnal Mamberamo Foja pada Jumat (30/5), Humas Susi Air Sentani menyampaikan bahwa hasil observasi di Bandara Kasonaweja menunjukkan rumput liar tumbuh tinggi dan lebat, khususnya di area runway dan threshold runway nomor 17. Situasi ini dianggap mengancam keselamatan dan keamanan operasional.
“Kondisi rumput liar yang tinggi dapat menghalangi visibilitas pilot saat lepas landas atau mendarat, serta menjadi habitat potensial bagi burung, ternak, atau satwa liar lainnya. Hal ini meningkatkan risiko wildlife hazard, termasuk bird strike atau intrusi hewan ke area runway, yang dapat menyebabkan kerusakan mesin, gangguan stabilitas, bahkan kecelakaan fatal,” demikian isi pernyataan resmi Susi Air.
Pihak maskapai juga mengingatkan bahwa menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Pasal 1 Ayat 48, keselamatan penerbangan mencakup terpenuhinya standar keamanan bandara. Selain itu, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 21 Tahun 2015 mewajibkan pengelola bandara menjaga kebersihan dan keamanan area operasional.
Bandara Kasonaweja sebelumnya pernah mengalami insiden keselamatan, termasuk tergelincirnya pesawat Alfa Trans Dirgantara pada Desember 2018 akibat cuaca berkabut. Pada Oktober 2024, warga juga sempat memblokade bandara sebagai bentuk protes atas pembatalan penerbangan oleh Susi Air.
Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya melalui Dinas Perhubungan diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk membersihkan area runway dan menjamin operasional bandara tetap aman bagi penerbangan perintis.
Sebagai informasi, penerbangan bersubsidi Susi Air rute Sentani–Kasonaweja–Biak dijadwalkan setiap hari Sabtu. Namun, layanan ini kini dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
Laporan: Willy
















