Foto: istimewa | Tampak Mecky Alle, SE., tokoh intelektual Suku Bauzi menyerahkan aspirasi kepada Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri, SIK., SH., MH., di Depan Kantor Distrik Mamberamo Tengah, Sabtu (16/5).
Kasonaweja, jurnalmamberamofoja.com — Tokoh intelektual dan masyarakat adat Suku Besar Bauzi di Kabupaten Mamberamo Raya menyampaikan sederet aspirasi strategis kepada Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri, SIK., SH., MH., saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Mamberamo Raya, Sabtu (16/5) hingga Minggu (17/5/2027).
Kunjungan Gubernur Papua tersebut meliputi Kampung Trimuris, Bagusa, Kasonaweja, Burmeso hingga Teba. Dalam momentum itu, masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk menyuarakan berbagai persoalan pembangunan yang selama ini dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh Mecky Alle, SE., selaku perwakilan tokoh intelektual Suku Besar Bauzi. Penyerahan dokumen aspirasi dilakukan di hadapan gubernur dan disaksikan oleh Bupati Robby Wilson Rumansara, SP.,MH., Wakil Bupati Keven Totouw, S.IP., juga Pelaksana Sekda Frangky G. Lilihata, ST., M.Si., tokoh adat, tokoh gereja, tokoh pemuda, serta unsur masyarakat lainnya.
Dalam penyampaiannya, Mecky Alle menegaskan bahwa aspirasi tersebut merupakan suara hati masyarakat Mamberamo Raya, khususnya Suku Besar Bauzi, yang menginginkan percepatan pembangunan dan perhatian nyata dari Pemerintah Provinsi Papua.
“Kehadiran bapak gubernur di tanah seribu misteri dan sejuta harapan ini menjadi langkah awal untuk melihat langsung kondisi masyarakat kami. Kami berharap ini bukan sekadar janji politik, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan bagi Mamberamo Raya,” ujarnya.
Masyarakat meminta pemerintah segera mengoperasikan kembali akses jalan Kasonaweja–Trimuris–Sarmi, jalur Burmeso–Kustra–Sikari, serta mengaktifkan kembali Bandara Kustra yang dinilai sangat vital untuk membuka keterisolasian wilayah.
Baca juga: Kunjungi Mamberamo Hilir, Fakhiri Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan
Selain itu, masyarakat juga mendorong percepatan pembentukan empat Daerah Otonomi Baru (DOB), yakni Lembah Roufaer, Teluk Ronari, Mamberamo Hulu dan Apawer Raya. Mereka menilai DOB menjadi solusi untuk memperpendek rentang kendali pemerintahan dan pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman.
Tak hanya itu, persoalan administrasi perizinan perusahaan kayu di Distrik Mamberamo Tengah Timur turut menjadi perhatian masyarakat. Warga juga meminta pemerintah mempercepat penerbitan nomor registrasi terhadap 88 kampung pemekaran yang telah memiliki Perda maupun Perbup agar dapat segera berstatus definitif.
Dalam aspirasi tersebut, masyarakat juga menyinggung lemahnya perputaran ekonomi di Mamberamo Raya akibat efisiensi anggaran yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Mereka berharap Pemerintah Provinsi Papua dapat menghadirkan program pembangunan fisik maupun nonfisik guna memulihkan kondisi ekonomi daerah.
Sejumlah usulan infrastruktur lain turut disampaikan, seperti pembangunan Kodim definitif di Mamberamo Raya, pembangunan Jembatan Gantung Kaso–Meso, hingga pembangunan empat dermaga di Teba, Bagusa, Trimuris dan Kaso.
Menutup penyampaiannya, masyarakat Bauzi berharap di masa kepemimpinan Gubernur Papua bersama Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya, daerah tersebut dapat keluar dari ketertinggalan dan mulai menghadirkan wajah kota yang lebih maju dan berkembang.
“Terima kasih bapak gubernur sudah datang melihat langsung keadaan kami. Harapan kami, Mamberamo Raya tidak lagi tertinggal dari perhatian pemerintah provinsi maupun pusat,” tutup Mecky Alle.
Laporan: Roy Hamadi

















