Foto: Sony | Tampak turnamen Domino Cup I yang di gelar di depan rumah, Hans Ronsumbre, jln. Biak Abepura, oleh Lingkaran Abe Domino Club (L.D.A.C), Sabtu (16/5).
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Lingkaran Abe Domino Club (L.A.D.C) sukses menggelar Turnamen Domino Cup I yang berlangsung meriah di di gelar di rumah Hans Ronsumbre, Jalan Biak, Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat tali persahabatan antar pencinta olahraga domino di Tanah Papua.
Turnamen tersebut diikuti peserta dari berbagai daerah, mulai dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura hingga Kabupaten Keerom. Suasana pertandingan berlangsung penuh keakraban dan semangat sportivitas, meski persaingan antar peserta berjalan cukup ketat.
Olahraga domino dinilai bukan sekadar permainan biasa, melainkan membutuhkan konsentrasi tinggi, strategi, ketelitian, serta kemampuan berpikir cepat layaknya permainan catur. Karena itu, turnamen tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta maupun masyarakat yang hadir.
Kegiatan dibuka langsung oleh Sekretaris Umum PORDI Provinsi Papua, H. Muh. Haedar, yang hadir mewakili Ketua Umum PORDI Papua sekaligus membuka secara resmi Turnamen HUT ke-I L.A.D.C.
Baca juga: Dari Lingkaran Abepura, Domino Menjadi Jalan Prestasi
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas selama kegiatan berlangsung.
Ketua Lingkaran Abe Domino Club, Viktor Christian Burdam, mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses hingga selesai.
“Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena atas pertolongan-Nya kegiatan ini dapat berjalan aman, tertib dan sukses sampai selesai,” ujarnya.
Menurut Viktor, tujuan utama turnamen tersebut bukan hanya mencari pemenang, tetapi juga membangun kebersamaan dan mempererat hubungan kekeluargaan antar masyarakat di Papua, khususnya peserta dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom.
“Kegiatan ini bukan sekadar pertandingan domino, tetapi menjadi wadah mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar sesama pencinta olahraga domino,” katanya.
Baca juga: Dari Permainan Rakyat ke Cabor Prestasi, Domino Bersinar di Papua
Ia berharap olahraga domino ke depan semakin berkembang dan mendapat perhatian lebih luas, bahkan dapat dipertandingkan sebagai cabang olahraga resmi pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Viktor juga menyebut minat masyarakat terhadap olahraga domino terus meningkat, bahkan telah berkembang hingga ke berbagai wilayah di Papua.
Sejumlah atlet domino Papua pun dinilai memiliki kemampuan untuk bersaing pada kejuaraan tingkat nasional.
“Antusias masyarakat sangat luar biasa. Saat ini sudah banyak atlet domino Papua yang siap bersaing di tingkat nasional,” tutupnya.
Turnamen Domino Cup I L.A.D.C diharapkan menjadi awal yang baik bagi perkembangan olahraga domino di Papua sekaligus menjadi agenda rutin dalam memperkuat persaudaraan, persatuan dan sportivitas masyarakat melalui olahraga rekreasi tersebut.
Laporan: Sony Rumainum

















