Foto: Irfan | Tampak Frangklin Wahey, S.Sos.,MKP., Senior, mantan ketua KNPI Kabupaten Jayapura.
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Jayapura, suara tegas datang dari senior organisasi, Frangklyn Wahey. Ia mengingatkan agar forum tersebut tidak berubah menjadi ajang konflik, melainkan momentum penting untuk menyatukan pemuda.
Mantan Ketua KNPI Kabupaten Jayapura dua periode itu menegaskan, Musda harus melahirkan kepengurusan yang solid, mandiri, dan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan.
Menurutnya, KNPI bukan sekadar organisasi, tetapi ruang pembinaan kader sekaligus tempat bernaung bagi seluruh elemen pemuda tanpa memandang latar belakang.
“Di KNPI kita bicara persatuan. Ini wadah pembinaan, tempat generasi muda mempersiapkan diri menjadi pemimpin,” ujarnya saat ditemui di Sentani, Rabu (22/4).

Baca juga: Jelang Musda KNPI, Dua Kandidat Mundur dan tolak dualisme
Frangklyn juga menyoroti makna kepemimpinan dalam organisasi. Ia menegaskan bahwa jabatan tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai pemimpin. Kepemimpinan, kata dia, lahir dari kemampuan memberi dampak dan diterima oleh anggota.
“Pemimpin itu bukan soal posisi. Siapa yang bekerja dan diterima oleh organisasi, dialah pemimpin,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan agar pengalaman konflik pemuda di daerah lain tidak terulang di Kabupaten Jayapura. Semua pihak diminta menghargai proses demokrasi yang sedang berjalan.
Sebagai senior, Frangklyn mengajak seluruh pemuda untuk berpartisipasi aktif menyukseskan Musda yang akan dibuka Kamis (23/4/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga suasana tetap aman, damai, dan bermartabat.
“Datang dan sukseskan Musda ini dengan baik. Ini momentum kita memajukan pemuda di Kabupaten Jayapura,” imbaunya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung peran pemerintah daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap pembinaan pemuda, merujuk pada sosok Yunus Wonda dan Haris Richard S. Yocku yang disebutnya memiliki latar belakang kepemudaan.
Frangklyn bahkan mengingatkan adanya pernyataan tegas dari Bupati terkait potensi pembubaran KNPI jika terjadi konflik. Ia menilai, hal tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pemuda agar menjaga persatuan.
“Kalau sampai terjadi konflik, yang rugi adalah pemuda sendiri. KNPI ini rumah bersama, tempat semua organisasi kepemudaan bernaung,” ujarnya.
Ia pun menutup dengan ajakan agar seluruh elemen pemuda tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga soliditas demi masa depan organisasi.
Laporan: M. Irfan

















