Jelang Musda KNPI, Dua Kandidat Mundur dan tolak dualisme

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak Stevi Marweri dan Yered Sokoy, dua bakal calon Ketua KNPI Kabupaten Jayapura.

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Jayapura kian mengerucut. Dua bakal calon ketua, Stevi Marweri dan Yered Sokoy, resmi menyatakan mundur dari bursa pencalonan dan mengalihkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Musda yang dijadwalkan berlangsung Kamis, 23 April 2026.

banner 325x300

Keputusan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di salah satu kafe di Sentani, Rabu (22/4), yang turut dihadiri Ketua Garda Bangsa Kabupaten Jayapura James Tokoro serta perwakilan KNPI distrik, Elias Ibo.

Stevi Marweri menegaskan, langkah mundur yang diambilnya merupakan keputusan pribadi tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun. Ia mengakui tidak mendaftarkan diri hingga batas akhir karena belum memenuhi syarat dukungan, khususnya dari KNPI tingkat distrik dan organisasi kepemudaan (OKP).

“Ini murni keputusan pribadi. Kami tidak maju karena dukungan yang menjadi syarat belum terpenuhi,” ujarnya.

Meski tidak ikut bertarung, Stevi memastikan tetap mendukung jalannya Musda agar berlangsung lancar, demokratis, dan melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa KNPI lebih maju. Ia berharap ketua terpilih nantinya dapat menjadikan KNPI sebagai wadah pembinaan kader pemuda hingga ke tingkat distrik.

Baca juga: Bidik Kursi KNPI, Lodik Ap Soroti Ancaman Miras dan Minimnya Lapangan Pekerjaan Pemuda

Senada dengan itu, Yered Sokoy menekankan pentingnya menjaga persatuan pemuda dan menghindari potensi dualisme organisasi. Ia mengingatkan agar Musda tidak menjadi ajang perpecahan, melainkan momentum konsolidasi.

“Pemuda harus tetap satu. Jangan ada lagi dualisme. KNPI hanya satu, dan itu yang akan melaksanakan Musda,” tegasnya.

Yered juga mengimbau agar seluruh proses berjalan dengan mengedepankan intelektualitas, bukan konflik. Ia menolak keras adanya potensi bentrokan dalam forum, meski dinamika perbedaan pendapat dinilai sebagai hal yang wajar.

Sementara itu, James Tokoro menegaskan peran strategis OKP dalam Musda, mengingat mereka memiliki hak suara dalam proses pemilihan. Ia meminta seluruh elemen pemuda, organisasi masyarakat, hingga partai politik untuk bersama-sama mendukung kelancaran agenda tersebut.

“Kami ingin Musda berjalan demokratis tanpa mencoreng marwah organisasi. Semua kandidat harus mengikuti tahapan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kualitas kader dalam struktur kepengurusan KNPI ke depan. Menurutnya, kader yang bergabung harus benar-benar siap berkontribusi, bukan sekadar belajar dari awal.

Dari sisi distrik, Elias Ibo menyampaikan harapan agar kepemimpinan KNPI ke depan lebih aktif turun langsung ke wilayah-wilayah distrik untuk membina generasi muda.

“Kami dari 19 distrik berharap ketua terpilih bisa hadir dan bekerja nyata di lapangan,” katanya.

Sejumlah perwakilan pemuda turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari munculnya organisasi tandingan. Mereka menilai kekuatan pemuda Kabupaten Jayapura selama ini terletak pada soliditas yang harus terus dipertahankan.

Musda KNPI Kabupaten Jayapura sendiri diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah.

Diketahui, forum tersebut akan diikuti empat kandidat yang memperebutkan posisi Ketua DPD KNPI Kabupaten Jayapura periode 2026–2029.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *