Dok ist/ Paslon Algito bersama timses dan relawan seusai debat kede, Senin (18/11)
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jayapura, Alpius Toam – Giri Wijayantoro (ALGITO), dengan tegas menjelaskan visi dan komitmen mereka terkait isu transmigrasi lokal dalam debat publik kedua yang berlangsung di Papua Youth Creative Hub (PYCH) Jayapura, Senin (18/11/2024).
Paslon ALGITO adalah satu-satunya yang secara terbuka mengemukakan pendapat mereka mengenai transmigrasi dalam konteks Kabupaten Jayapura.
Alpius Toam, dalam keterangan persnya pada Selasa (19/11/2024) di Sentani, menjelaskan bahwa isu transmigrasi merupakan bagian dari sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Menurutnya, transmigrasi ini tidak hanya sekadar pemindahan penduduk, namun lebih kepada pemerataan dan pengelolaan sumber daya di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, seperti Sentani dan sekitarnya.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran, pemerintah pusat menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung program transmigrasi. Namun, kami menyadari bahwa banyak yang menentang transmigrasi di Provinsi Papua, dan kami berkomitmen untuk melakukan transmigrasi lokal yang lebih tepat guna dan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat,” ujar Alpius.
Toam menjelaskan bahwa transmigrasi lokal akan fokus pada pemindahan penduduk dari wilayah yang padat, seperti Sentani, ke daerah yang kurang berkembang, seperti Airu, Kaure, Yapsi, dan Unurumguai. Di Sentani, sekitar 50% dari total penduduk Kabupaten Jayapura tinggal di wilayah ini, dengan kepadatan penduduk mencapai 375 jiwa per kilometer persegi, sedangkan wilayah lain seperti Airu hanya memiliki 0,5% penduduk per kilometer persegi.

“Jika kami terpilih, transmigrasi lokal akan menjadi prioritas kami. Kami akan bekerja sama dengan pemilik hak ulayat untuk memastikan bahwa transmigrasi ini berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Ini bukan sekadar pemindahan penduduk, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan lahan, rumah, alat pertanian, serta infrastruktur yang memadai,” lanjut Alpius.
Giri Wijayantoro, calon Wakil Bupati, menambahkan bahwa program transmigrasi lokal juga akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dengan adanya transmigrasi, wilayah yang sebelumnya sepi penduduk akan berkembang. Kami akan bekerja sama dengan pemilik hak ulayat untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” jelas Giri.
Selain transmigrasi lokal, Paslon ALGITO juga menekankan pentingnya program swasembada pangan sebagai langkah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Mereka meyakini bahwa pemerataan penduduk akan mendorong kemajuan ekonomi dan menciptakan daerah yang lebih maju dan sejahtera.
“Kami percaya bahwa dengan program-program seperti transmigrasi lokal dan swasembada pangan, Kabupaten Jayapura akan berkembang lebih pesat dan menjadi tempat yang lebih baik bagi semua lapisan masyarakat,” tutup Alpius Toam.
(Fan)











