Dok ist/ Tampak Kantor Distrik Mamberamo Hilir di palang warga, lantaran tidak digelar Pemerintahan Distrik tidak adakan upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik. Indonesia
Jurnal Mamberamo Foja, Burmeso – Masyarakat Distrik Mamberamo Hilir Kabupaten Mamberamo Raya merasa kecewa lantaran tidak ada perayaan HUT RI ke 79 yang dilaksanakan Pemerintah Distrik setempat di ibu kota distrik.
Dampaknya masyarakat kesal terhadap kepemimpinan kepala distrik sehingga melakukan pemalangan terhadap kantor distrik dan rumah jabatan kepala distrik mamberamo hilir.
” kami masyarakat Trimuris distrik Mamberamo Hilir kecewa kepada kepempinan kepala distrik karena tahun tahun ini tidak ada perayaan HUT, sehingga kami kecewa dan palang kantor. Padahal masyrakat punya kerinduan untuk perayaan HUT RI ke-79 tingkat distrik,” ungkap Kepala Kampung Trimuris Agus Kotame senin (19/8).
Dikatakan Agus Kotame bahwa selama ini kepala distrik Mamberamo Hilir jarang berada ditempat tugas untuk melayani masyrakat dan memilih berada di ibu kota kabupaten sehingga masyakat trimuris mendesak agar bupati segera melakukan pergantian terhadap jabatan kepala distrik yang baru.

” sudah hampir 1 tahun ini kepala distrik jarang ditempat ditugas, beliau tinggal idkabupaten saja jadi kita minta bupati segera ganti kepala distrik yang baru, baru palang kantor distrik dan rumah jabatan bisa kami buka ,” jelas Agus Kotame
Senada juga dikatakan tokoh pemuda kampung Trimuris Tinus Waimbo bahwa pemalangan kamtor distrik dan rumah jabatan akan dipalang sampai tuntutan masyrakat terkait pergantian kepala distrik dilakukan Bupati barulah palang akan dibuka karena selama ini kepala distrik tidak pernah ditempat tugas sehingga tahun ini tidak digelar perayaan HUT ke 79 tingkat distrik.
” Sebagai tokoh pemuda, kami sangat kecewa tidak ada upacara HUT tingkat distrik tahun ini bersama masyrakat jadi kami minta kepala distrik diganti baru palang bisa dibuka,” ungkap Tinus menambahkan.
Sementara itu Kepala Distrik Mamberamo Hilir yakni Buche Bilasi yang dikonfirmasi melalui selulernya terkait pemalangan kantor distrik dan rumah jabatan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Menurut Buche Bilasi memang benar dirinya tidak berada ditempat tugas dikarenakan sejak menempati rumah jabatan distrik istrinya sering mengalami sakit dan harus dirujuk ke jayapura untuk mendapat pengobatan.
Terkait dengan perayaan HUT ke 79 yang tidak dilaksanakan tahun ini, menurutnya hal ini sebabkan tidak ada anggaran di distrik untuk peringatan 17 Agustus, sehingga ditiadakan.
” Pertama saya menyampaikam permohonan maaf karena tidak ada upacara HUT di distrik karena anggaran kami terbatas di DPA, sehingga tahun ini upacara tidak dilakukan dan saya perintahkan beberapa pegawai distrik ikut upacara di ibukota kabupaten.
Kemudian alasan kenapa saya tidak menempati rumah dinas kepala distrik, karena saya dan keluarga masuk tinggal di rumah jabatan istri saya sakit parah dam harus dirujuk kejayapura dan sampai saat ini kondisi belum pulih ini yang menyebabkan sy belum ketempat tugas di distrik,” beber Buche Bilasi.

Disinggung mengenai tuntutan masyarakat agar dirinya mengundurkan dari jabatan kepala distrik, Buche sampaikan dirinya secara pribadi telah menyampaikan kepada Pimpinan daerah baik bupati, sekda dan asisten untuk diganti, namun hingga saat ini belum dilakukan pimpinan daerah.
” saya sudah menghadap bupati dan sekda untuk pindahkan saja dari kepala Distrik Mamberamo Hilir, tetapi sampai sekarang saya masih menunggu petunjuk pimpinan,” tutup Buche Bilasi mengakhiri pesannya. ( NAP )









